About

After a seemingly interminable hiatus off from blogging or any writing beeswax, and through distressful, agonizing hours to start scribbling, I found myself happily welcoming words into my long-emptied gray matter. Hello words, glad seeing you back!

I am Rohman Hidayat Yuliawan, thirty something-married cookie with a building love to anything visual and grabbing dough from freelance projects.

Here I am. Start to write again, hopefully, to a broader readership than me. Again, welcome words! Err, you can reach me at rohmanyuliawan@gmail.com. Thanks!

16 thoughts on “About”

  1. mas.. senang sekali bisa membaca blog anda tentang pare.. karena saya pun pernah menghabiskan waktu disana, berusaha menguasai bahasa inggris. dg didorong oleh lingkungan dan fasilitas yg ada disana.. alhamdulillah sekarang saya lebihpercaya diri dlm menggunakan bahasa inggris. saya harap kita bisa bertemu suatu hari nanti.. mungkin d pare heheee.. anwy..may i quote some of your sentences and opinions about pare to complete my article about it too? i want to quote it but i need your approval first.. thanks a bunch🙂

  2. jaman kuliah dulu aku paling suka pake sandaljepit.
    penunjukkan eksistensi mungkin. walau ada sedikit rasa keder kalo ketemu dosen kiler. tapi ga apalah demi sebuah identitas menurutku.

    didera pengalaman dan jaman, kakiku agak sakit kalo pake sandal jepit terlalu lama, apalagi dipake untuk berjalan jauh. maklumlah, kemana2 sewkarang kan pake pit. hehe…

    enjoy juga pake samdal jepit, isis kata orang jawa.

    salam sandal jepit dari jogja

  3. paling senang lihat orang pake sendal jepit kalau:
    1. sendal jepitnya bersih –> pastilah orangnya rajin menyikat sendalnya (kalau ada kotor di bagian pijakannya)
    2. sendalnya berumur lebih dari 1 bulan –> kalau saya biasanya kurang dari satu bulan, hilang tau dipinjem teman cowok ke masjid buat jumatan, pulang2 sendal jepitnya ketuker sama yang buluk .
    selain itu kakiku ternyata cocoknya sama sendal gunung (soalnya kakinya suka mutus2in sendal jepit, apalagi slop2 cantink dengan tali2 kecil)
    3.ada di kamar-kamar mandi –> solusi banget buat lantai kamar mandi yang licin…
    apalagi kalo kamar mandi umum yang lantainya menjijikkan buat diinjak iyuuuckksss!

    welcome back “sendaljepit” ,

  4. Salam kenal. Mendadak nyasar ke sini. Ternyata dr “ketidakpentingan” nama blog ini tersimpan artikel2 yg amat bagus. Luar biasa… Terimakasih!

  5. salam kenal buat batur satu ini, dari batur2 di malang khususnya dari team lombokku.com, kita bisa belajar banyak di side jd kritik dan saran kami sangat mengharapkan.

  6. sendal jepit, biasanya cuma dipakai buat cuci2 atu di kamar mandi. kalo dipake ke mesjid bisa-bisa malah pulang bawa sendal baru. bagi orang yang punya kelainan struktur tulang, seperti tulang jempol kaki yang terlalu menonjol, sendal jepitlah yang paling ramah dipakai. kalo pasangannya nggak ada, rasanya jadi nggak berguna. tapi siapa bilang? karena dari sendal yang cuma sebelah itu kita juga bisa bikin macam2; ganjel pintu, tutup bak air,… sepele kelihatannya, tapi ternyata bermanfaat. so, its all about all sendal in your jepit🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

all about sendal in my jepit :)

%d bloggers like this: