Manusia Pas-pasan

01

Pathetic sekali judul di atas ya? Saya tak hendak mengatakan pikiran kita mengenai kata pas-pasan seragam, tetapi saya kok yakin anda mengartikan kata itu sebagai suatu kondisi yang serba tanggung, setengah-setengah. Atau kondisi lain yang tak maksimal, tapi bukan juga minimal, tak pucuk namun bukan pula pangkal, bukan top meski bukan juga bongkot. Separuh-separuh, atau nge-pas, ya persisnya pas-pasan tadi.

Kalau dalam konteks penghasilan, pas-pasan barangkali bisa kita ilustrasikan sebagai kondisi keuangan yang mencukupi untuk kebutuhan dasar, tetapi tak tersisa untuk memenuhi tuntutan-tuntutan sekunder, apalagi tersier. Malah kadang untuk tabungan saja tak tersisa (btw, menabung itu sebenarnya termasuk kategori kebutuhan sekunder, tersier, atau malah primer?).

Dalam konteks keahlian atau intelektualitas, penguasaan atas suatu keahlian atau pengetahuan pas-pasan artinya hanyalah cukup untuk berhadapan dengan tuntutan-tuntutan yang biasa-biasa saja. Taruhlah sebagai contoh, saya menyukai fotografi dan desain grafis, menggambar, dan utak-atik komputer. Saya juga lumayan suka membaca, berdiskusi, dan menulis. Tapi ya itu, semuanya hanya sekadar bisa saja. Tak ada yang istimewa.

Bahwa saya pernah bekerja di beberapa media cetak dan menjadi penulis lepas untuk majalah yang lumayan berkelas, dan sekarang kuli kata-kata dan citra sebuah perusahaan besar, itu memang benar. Tapi tulisan-tulisan yang saya buat tak pernah sampai pada tataran inspiratif atau kreatif-idealis (hayah!) Demikian juga dengan kemampuan saya dalam desain grafis yang gitu-gitu saja, meski pernah juga saya mendesain sampul dan menata perwajahan sekitar 12 buku, beberapa poster, dan sejumlah tata letak advertorial yang dirilis oleh tempat kerja saya saat ini. So so.

Demikian halnya dengan fotografi, menggambar, oprek komputer, dan lainnya, juga aktifitas membaca, atau berdiskusi yang hanya mentok sampai tataran kelas kampung atau komunitas kecil saja. Belum pernah lebih.

Beralasan kiranya ketika, sekitar dua tahun yang lalu, aku pernah “menegaskan” pada L bahwa diriku ini manusia pas-pasan. Tapi, jangan sangka kalau penyebabnya adalah munculnya kesadaranku akan kemampuan dan intelektualitas yang segitu-segitu saja, melainkan karena angka. Iya, karena angka!

Sebetulnya, sejak enam bulan sebelum aku mengatakan hal pas-pasan tadi ke L, aku sudah kerap menemui kejadian ini: mendapati angka-angka pada kombinasi yang “pas”, baik pada arloji, kalender, jam meja, jam komputer, jam HP, dan alat-alat penunjuk angka lainnya. kalau hanya sekali dua kali sih mungkin aku nggak kepikiran, tetapi kejadian ini aku alami 7-10 kali dalam sehari, dan hampir setiap hari.

Misalnya, suatu saat ketika saya mengambil HP dari tas karena hendak mengirim sms, saya mendapati jam HP berkedip pada angka 10:01. Atau saat saya menyalakan laptop, begitu log in, jam memperlihatkan angka 05:50, 12:21, 12:34, 17:07 (ini tanggal dan bulan lahir saya). Hari kemarin, saya menerima email dari bos yang dikirim jam 4:44, malamnya menerima sms dari L jam 00:00.

8 thoughts on “Manusia Pas-pasan”

  1. blog yang asyik untuk disimak. iya ni, mas sandal jepit kemana?/

    sayang lho, blog yang pas-pasan luar biasa bagus ini ditinggalkan.

  2. Hihihi … kudu ngguyu wae aku nek moco blog-e mas sandaljepit … asli … susunan katane enak diwoco and lucu … tulisan liyane pindah neng endi yo? kok mung sampek february 2007? salam kenal …

  3. selain curiga ‘jangan2’ kisanak sendaljepit ini cuma berdalih pada L, nampaknya kisanak juga pemalu…:P lha kalau yang ternyata ‘pas-pasan’ itu bukan inspiratif menurut anda, bukan berarti orang lain tidak selalu terinspirasi oleh sesuatu yang pas-pasan kan?😉

  4. …sekitar dua tahun yang lalu, aku pernah “menegaskan” pada L bahwa diriku ini manusia pas-pasan. —> wah, kalau ternyata L sendal-jepit-satu-nya Kisanak Sendaljepit, jangan itu hanya dalih aja: aslinya nggak PD ngadepi dia😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s