Safety, safety dan safety!

Safety, safety, safety! Kata-kata itu seolah terus diteriakkan di desa kecil yang dipaksa mengkota oleh derasnya persilangan budaya dan aliran uang. Safety alias keamanan memang menjadi kata ampuh di Sorowako, terutama di kalangan karyawan PTI.  Selama dua hari ini, SB dan sebagian besar karyawan PTI diharuskan mengikuti tes kecakapan mengemudi untuk memperoleh lisensi mengendarai kendaraan di kompleks PTI, semacam SIM perusahaan. Untuk memperolehnya, selain harus lulus tes tadi, si karyawan juga harus memiliki SIM A dari kepolisian dahulu sebelumnya.

Nah, sebetulnya hampir seluruh karyawan PTI telah memiliki SIM perusahaan. Tetapi mereka diwajibkan mengikuit kembali tes keamanan mengemudi karena PTI baru saja merekrut konsultan safety baru, SDT, yang konon berpusat di Australia. Praktis lisensi yang dipakai sebelum ini dan dikeluarkan oleh departemen EHS (Environment, Health, and Safety) tidak lagi berlaku.

Selain tes kecakapan memaju mundurkan mobil, zig-zag, juga kemampuan untuk mengemudi di berbagai medan, termasuk kawasan penambangan dengan medan jalan tanah yang diperkeras dengan gravel (kerakal) dan slag (material yang kandungannya didominasi Fe atau besi, sisa peleburan dalam suhu 1500 derajad C untuk memisahkan nikel dengan material lain), jalanan naik turun dan diselingi belokan tajam. Belum lagi harus berpapas jalan dengan truk 777 atau triple seven yang bannya saja setinggi 2,5 meter.

Karena itu setiap mobil yang memasuki kawasan penambangan wajib dilengkapi dengan buggy whip (bendera berukuran kecil, berwarna merah, berbentuk segitiga dan ditopang selonjor tiang elastis yang berbahan entah apa, setinggi kurang lebih 3 meter). Selain itu, di atas kap mobil harus dipasangkan pula strobo light, lampu berkelap-kelip warna kuning menyerupai lampu sirene polisi yang berbentuk setengah lingkaran. Tujuannya agar keberadaan mobil diketahui oleh pengemudi kendaraan berat.

Selain kemahiran mengemudi, masalah ketaatan pada aturan lalu lintas juga terlihat dominan. Sebagai contoh, pada setiap persimpangan yang berambu segitiga merah terbalik, pengemudi kendaraan bermotor diharuskan untuk berhenti sekitar 3 detik sebelum melaju kembali, meski tidak ada kendaraan lain dari arah yang berbeda.

Tak hanya mengamankan jiwa, urusan safety ini juga mengamankan rejeki. Pasalnya, pelanggaran pada aspek safety bisa diganjar berat oleh perusahaan. Bahkan salah satu resikonya adalah pemecatan. Safety..oh safety…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s