Hi, I am from Pare. And I speak English…

Bila ada kisah penguasaan Bahasa Inggris bisa mengubah nasib atau karir seseorang, itu biasa. Kalau bahasa Inggris mampu mengubah wajah suatu perkampungan, itu baru di laur kebiasaan. Hal yang belakangan inilah yang terjadi di Kota Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kota kecamatan kecil yang terletak 24 kilometer timur laut dari Kota Kediri ini, selain terkenal dengan komoditas madu lebah dan sawo manila, kini memiliki beberapa desa yang dilekati predikat sebagai kampung Inggris. Bukan, bukan karena banyak bule yang berlalu-lalang di sana, melainkan karena menjamurnya tempat kursus Bahasa Inggris di wilayah ini.

Tulungrejo dan Pelem, dari dua desa inilah paling tidak sebutan kampung Inggris berasal. Di sana berderet puluhan lembaga kursus yang mengajarkan kemampuan berbahasa Inggris pada ribuan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja Basic English Course (BEC), Effective English Conversation Course (EECC), Mahesa Institute, Smart International Language College, Manggala English Zone dan sederet nama lainnya. Sebagian besar lembaga kursus ini baru berdiri empat atau lima tahun yang lalu, tetapi beberapa diantaranya telah dikenal sebagai pusat belajar bahasa Inggris sejak awal tahun 1990-an. Bahkan BEC, yang diakui sebagai pendahulu dari semua lembaga kursus yang ada di Pare, sudah berdiri sejak tahun 1977.

Meski terkenal sebagai Kampung Inggris, sebetulnya bukan hanya Bahasa Inggris saja yang ditawarkan oleh lembaga kursus di kawasan Tulungrejo dan Pelem, tetapi juga bahasa Jepang, Mandarin dan Arab. Hanya saja jumlah lembaga dan peminatnya tidak sebanyak di tempat kursus bahasa Inggris, tak heran jika wilayah ini lebih dikenal sebagai kampung Inggris ketimbang julukan lainnya.

“Yang paling awal berkembang dan diminati memang kursus Bahasa Inggris. Saat ini dari 84 lembaga di seluruh Kecamatan Pare, paling tidak 80-an persen mengajarkan Bahasa Inggris,” ungkap Muhammad Kalend (61), pendiri BEC sekaligus tokoh yang berada di balik perkembangan sentra kursus bahasa Inggris di Pare.

Mister Kalend, demikian ia biasa disapa penduduk sekitar dan para siswa kursus, mendirikan BEC di akhir tahun 1970-an awalnya untuk membantu sejumlah mahasiswa yang kesulitan memahami teks-teks bahasa Inggris. Ia memperoleh kemampuan berbahasa Inggris berkat bimbingan almarhum Ustadz Yazied, pengelola Pondok Pesantren Darul Falah, Pare. Ustadz ini kondang sebagai ahli bahasa dan konon sekurangnya 8 bahasa asing dikuasainya. Kini, berkat ketelatenan Mister Kalend selama 28 tahun BEC tumbuh menjadi lembaga kursus terbesar di Pare dengan siswa mencapai 800 orang setiap enam bulannya.

Laris Tanpa Iklan
Citra Pare, terutama Desa Tulungrejo dan Pelem sebagai  Kampung Inggris telah memikat minat banyak anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. “Saya tahu Pare dari cerita teman saya. Katanya ada kampung Inggris di mana semua orang memakai Bahasa Inggris untuk bahasa sehari-hari. Biaya kursus pun murah-murah, ada yang hanya Rp. 15.000 sebulan. Siapa yang tidak tertarik?,” kata Muttahar, peserta kursus di BEC asal Gerung, Lombok Barat. Dari cerita itu, seusai lulus dari SMA, ia bersama empat temannya memutuskan untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris di Pare untuk bekal mencari pekerjaan. Dalam enam bulan, ia telah lancar dan percaya diri bercakap-cakap dalam bahasa global ini.

Isyam, mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta yang mengambil kelas percakapan di REC (Rhima English Course), menyempatkan diri ke Pare untuk membuktikan cerita gurunya di SMA mengenai keefektifan sistem pengajaran bahasa Inggris di Pare. Lain halnya dengan Basyar, rekan kos Isyam, yang mengaku ikut kursus untuk membekali diri menjadi pengajar di kursus bahasa Inggris di Bantul. Karena itu ia mengambil beberapa program di tempat kursus yang berlainan. “Selain itu, kursus ini untuk persiapan ikut ujian masuk perguruan tinggi di Gadjah Mada. Saya berencana mengambil jurusan Sastra Inggris,” ujarnya mantap.

Seperti halnya pengalaman Muttahar, Isyam dan Basyar, sebagian besar peserta kursus memang mengetahui kisah kampung Inggris hanya dari cerita mulut ke mulut. “Selama ini memang tidak ada tempat kursus yang memasang iklan di media massa, paling banter hanya membuat selebaran dan ditempel disekeliling kampung. Jadi informasi diperoleh dari mulut ke mulut,” kata Afid, pengelola dan pengajar REC. Ia sendiri punya pengalaman berbeda yang mendorongnya untuk belajar Bahas Inggris di Pare. Bukan lantaran reputasi Pare sebagai pusat kursus Bahas Inggris, melainkan gara-gara bersua dengan serombongan gadis yang cas cis cus berbincang dalam bahasa Inggris saat di atas bis antar kota.

Kampung Inggris Julukan Kosong?
Meskipun berjuluk kampung Inggris, jangan dibayangkan wajah Tulungrejo dan Pelem seperti permukiman di luar negeri atau kawasan wisata yang dijejali turis asing seperti di Sosrowijayan, Yogyakarta atau Jalan Jaksa, Jakarta. Suasana di dua desa ini lebih mirip dengan suasana kawasan di sekitar kampus perguruan tinggi. Selain warung makan yang tampak bertebaran, terlihat juga persewaan komputer dan rumah-rumah kos. Jajaran tempat kursus dengan spanduk dan papan nama aneka warna mendominasi sepanjang jalan-jalan utama, terutama di Jalan Brawijaya dan Jalan Anyelir, seakan mencoba meneguhkan julukan Kampung Inggris. Tetapi dinamika ini ditangkap dengan cara pandang lain oleh Mister Kalend.

“Meskipun sudah puluhan ribu orang belajar bahasa Inggris di sini, saya tidak setuju kalau wilayah sini disebut kampung Inggris. Soalnya, warga asli tetap masih banyak yang tidak mengenal Bahasa Inggris. Peserta kursus pun sebagian besar masih berbincang dalam Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, termasuk ketika di tempat kursus. Jadi mana bisa disebut Kampung Inggris?”, kata Mister Kalend dengan nada menggugat.

Baginya, julukan kampung Inggris baru layak disematkan jika sebagian besar orang di setiap waktu dan di semua tempat berbicara dalam bahasa Inggris. “Itu pun dengan cara ucap yang tepat, bukan Inggris Jawa, Inggris Sunda atau Inggris Madura,” imbuhnya sembari tertawa. Inggris Jawa, Inggris Sunda maupun Inggris Madura adalah kelakar Mister Kalend untuk menggambarkan cara pelafalan Bahasa Inggris secara medok yang banyak dipraktekkan oleh siswa-siswa yang berbahasa ibu Bahasa Jawa, Sunda atau Madura.

Pendapat Kalend diamini oleh Afid. “Tapi kalau empat atau lima tahun lalu, saya masih setuju dengan julukan kampung Inggris,” ungkap bujangan asal Tulungagung yang akrab dipanggil Mr.Qumpriet oleh para siswanya ini. Menurutnya, saat itu kondisinya lebih mendukung untuk mempraktekkan bahasa Inggris secara aktif setiap hari mulai dari lokasi kursus, warung makan sampai tempat kos.

“Waktu itu setiap tempat kos memiliki pengurus yang membuat program untuk mempraktekkan bahasa Inggris,” lanjut Afid. Ia menilai etos belajar semacam itu mulai luntur, sehingga atmosfir untuk mempraktekkan bahasa Inggris kurang terjaga. Sedang mengenai julukan Kampung Inggris, senada dengan Mr. Kalend, Afid menduga alasan bisnis-lah yang melatarbelakanginya. “Bahasa Inggris di sini kan sudah menjadi komoditas, barang jualan. Jadi wajar kalau julukan kampung Inggris dijadikan seperti merek dagang oleh banyak lembaga kursus,” tambahnya.

Rejeki Bagi Kampung
Lepas dari tepat tidaknya Pare menyandang julukan Kampung Inggris, menjamurnya tempat-tempat kursus di Tulungrejo dan Pelem menjadi sumber rejeki dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat. Banyak rumah penduduk yang disewa untuk dijadikan tempat kursus, meskipun lebih banyak lagi yang dirombak menjadi tempat kos. Selain itu, bermunculan pula warung makan dan jasa pencucian pakaian yang menjadi sumber pendapatan tambahan.

Namun perkembangan ini tidak lantas membuat biaya hidup melonjak. Seperti halnya biaya kursus yang relatif murah, ongkos makan pun sama murahnya. Rata-rata sekali makan dengan menu nasi dan lauk pauk lengkap beserta minuman hanya menghabiskan Rp. 3.500. Biaya kos juga tidak seberapa mahal, berkisar antara Rp. 40.000 hingga Rp. 100.000 per bulan dengan fasilitas kamar berukuran 2 x 3 meter, alas tidur dan lemari pakaian.

Potensi ekonomi sampingan dari bisnis ini memang luarbiasa. Coba bayangkan saja berapa perputaran uang di dua desa ini apabila setiap enam bulan sekali sekurangnya 2000 orang datang bergantian dari berbagai penjuru Indonesia. Hitung saja jika masing-masing peserta kursus membelanjakan, katakanlah minimal Rp. 200.000, maka setiap bulan perputaran uang di Tulungrejo dan sekitarnya mencapai Rp. 400juta. “Padahal saat bulan-bulan liburan sekolah dan kuliah, peminat kursus bisa membludak sampai 5000-an orang,” ujar Afid. Artinya, perputaran uang dalam sebulan di dua desa itu berlipat hingga Rp. 1 milyar!

Angka tersebut tentu bukan nilai yang kecil bagi penduduk yang kebanyakan berprofesi sebagai petani. Tak heran jika lima tahun belakangan ini, seiring makin populernya kawasan Tulungrejo dan Pelem sebagai sentra kursus bahasa Inggris, wajah fisik desa mengalami banyak perubahan. Jalan-jalan tanah di tengah kampung disulap menjadi jalan beraspal mulus dan rumah-rumah penduduk semakin mentereng.

Akan tetapi, di balik geliat ekonomi ini terselip juga ironi. Hampir tidak ada warga asli Pelem dan Tulungrejo yang terlibat langsung dalam pengelolaan tempat-tempat kursus, baik sebagai pengelola maupun pengajar. Banyak diantara anak mudanya yang memutuskan bekerja sebagai buruh pabrik dan profesi lain di berbagai kota, padahal peluang kerja di desanya masih terbuka lebar. “Mungkin mereka merasa gengsi, tapi saya kurang tahu kenapa? Barangkali karena tidak menguasai Bahasa Inggris,” duga Mr. Kalend.

Barangkali inilah pekerjaan rumah terbesar bagi para pengelola lembaga kursus dan masyarakat Pare, yakni menjadikan kaum mudanya dengan percaya diri berkata; “Hi, I am from Pare. And I speak English.”

****

It’s a wow seeing this post glutted with comments! Thanks buddies! Since I’d only spent two days in Pare (in 2006!), I didn’t manage to dig extensive infos but few about the course programs and supported facilities out there. Sorry. Please scroll down comment by comment below to get other facts about Kampung Inggris or visit sites enlisted below. Good luck!

http://info-wtc.tripod.com/

kampunginggris.com

blognya Islah

Advertisements

534 thoughts on “Hi, I am from Pare. And I speak English…”

  1. pagi temen2…. good morning…. sugeng enjing……
    how are you my friends, do you know I miss you so much… i’m so sorry last fiest day I didn’t come to pare for joinning halal bihalal.

    miss you all…….

  2. Hi itung,,,,

    Ga usah bingung untuk nyari kursus,,,
    Ngliat perdebatan di atas, Semua ada kelebihan dan kekurangannya…
    Jadi, Kalo kamu deket dari Jogja, ya di JED aja…
    Tapi kalo kamu berdomisili di daerah Jawa TImur dan Sekitarnya, ya Pare bisa jadi Alternatif…
    Kalo butuh informasi lebih lanjut tentang kursus berkualitas di Pare, hubungi aku aja.

    1. Di mana saja mas….sy ingin mahir di percakapan n sy masih nol tau sy cm grammar to be ingin langsung ke percakapan saja tanpa blajar grammar secara mendetail krn waktu

  3. assalamu ‘alaikum wr.wb
    for the first time i wanna say “hellow” to my friend IHWAN TC 93 ( he…are U still fat ? but cute, hikz…)
    Ach…. about course, actually it depends on the person. Pare and JED have something in common. both of them are places to study english and they want to make their students clever. so how about if Pare and JED make good relationship as like pertukaran pelajar / study banding( how to say in english, i dont know…).

    pripun ? do you agree ?

    oh za, caranya masukin foto kita ke tulisan ini gmn to ?
    if U can, please tell me. thanks be4.

  4. Yang saya tahu, di forum ini ada seseorang yang pakai nama “seabrek” tapi gaya tulisannya tetap sama: KATROK, NDESIT, EMOSINAL BGT, KAMPUNGAN, PRIMITIF, dia adalah DOSOMUKO dari daerah NGALENGKO DIROJO

  5. I was a JED student in December 2007. Coz no ex-member of JED, I’m still who I was.

    How can we afford such a low price? If you ever wanted to learn English, you probably know how expensive it can be. Not only you have to adjust the lessons to your own schedule, you also have to pay the cost of the school, the teachers, the books, the electricity, the travel and much more… With Studying at JED, you pay the cheapest price, without any additional costs, and get the best results you would have gotten in any other English school.

    This is not a campaign, but instead you have to leave everything in Jogja, taking english course at JED is the right choice…

    I don’t know everything about Pare….

  6. Waduh, Forumnya kok jadi kaya’ gini sich…
    Semua jadi anak kecil…
    Yang orang pinter, yang orang penting, yang macem2, semuanya kaya anak kecil….

    Mbok ya sudah, ga usah ditanggapi… to Cah-Cah…

    Aku orang Jogja, Aku kursus di Pare beberapa bulan di tahun 2006-2007. Walaupun bahasa Inggrisku masih kejawa-jawaan, tapi setidaknya sedikit-sedikit aku tahu bahasa Inggris lah dari ga bisa sama sekali…

    Dilain pihak, Adekku kursus di JED. Sekarang dia di Level 2 (Intermediate Level). Tak akui pronunciationnya lebih bagus dari aku. Jadi aku pikir, sebaiknya Pare sama JED di merger aja lah… Biar saling melengkapi… JED punya instruktur bagus, Pare punya local wisdom yang ga bisa diganggu gugat…

    Terus namanya diganti PARJED..
    SETUJU DAB???

  7. Sudah-SUdah…
    Daniel, kalo ngerasa sebagai orang pinter, mbok ga usah dilayani mereka itu.. Mending terusin penelitian mu biar dapet duit banyak, jadi tidak hanya pinter, tapi juga kaya… Tapi ngomong-ngomong bahasa Inggris mu dah lumayan tuch, sudah banyak pakai variasi klausa. Padahal itu ga gampang lho….

    Untuk temen-temen dari Pare,,,
    Saya juga pernah belajar di Pare selama beberapa bulan. Saya belajar TOEFL aja di JED. Ketika saya bandingkan dengan JED, kemampuan Inggris anak-anak JED, terutama yang tinggal di Dormitory, memang bener-bener bagus. Atau kalau boleh bilang, untuk ukuran tempat kursus baru, JED memang yang terbaik. Tapi kalo yang ga tinggal di Domitory ya biasa juga…

    Memang Si Daniel juga salah, belum-belum udah nyerang kite…
    Seharusnya perkenalan dulu kek…. Masa’ Ujug-ujug nylurit…

    Tapi yang jelas, SEMUA PENDIDIKAN UNTUK KEPENTINGAN BANGSA…
    MAJU TERUS PARE-KU, MAJU TERUS JED…

    CAH-CAH PARE SENG NENG JOGJA,,, KUMPUL-KUMPUL YO…
    TERUS BARENG-BARENG DOLAN NENG JED… PIYE?

  8. Sorry… it’s been long time I’ve not opened this site because some things can’t be left I have. But Wow!!! that’s amazing for me…
    All ‘PARE-nists’re angry with my article… Come on men…. it’s just a scientific opinion. But if it’s become your culture in responding something, my suggestion is BE MATURE!!!

    Psychologically, I understand no one wantS his ‘THING’ to be disturbed by the others, but what U said is just an uncontrolled emotion…

    to you ALL responding my article,,, let us see…
    TO you ALL taking care about ur Pare…. calm down!!!
    If U’re proud of everything u got in Pare, who minds??? that’s ur right.

    FOR SLIM SHADY…HAVING NO BRAVERY TO ADMIT HIS REAL NAME…
    HOW d’ u know something WELL about JED, if U just came once and u took that conclusion. VERY NAIVE>>>><<<<<
    U’r observation is just a glance and can’t published coz no responsibility morally, scientifically….

    for u, PEDULI PARE
    Sorry, to make u understand may I write this in bahasa???
    KALO’ MEMANG SUDAH JADI ORANG PENTING DI JOGJA, MBOK YO DATANG SAJA KE JED. NANTI BISA KETEMU MR DESRY, MR KASIDI, MR GUNTUR, MS ICHA, MS UMI, DAN YANG LAIN, YANG SEMUANYA SUDAH PERNAH STUDY DI LUAR NEGERI,,, BIAR BISA TUKAR WAWASAN DAN PENGALAMAN…
    UPS, HAMPIR LUPA,,, CUMA NGINGETIN AJA, HANYA YANG BERBAHASA INGGRIS AJA YANG DILAYANI LHO… JADI BEBERAPA HARI KE DEPAN, MEREKA MAU TAK TANYA, APA SUDAH KEDATANGAN ORANG PENTING JOGJA???
    KARENA SETAHU SAYA, MR DESRY ITU PENGUSAHA MUDA YANG DINAMIS, CERDAS, DISIPLIN, DAN PUNYA BANYAK RELASI ORANG-ORANG PENTING DI JOGJA. SEMOGA ANDA SALAH SATU DARI ORANG PENTING YANG DIKENAL…
    KALO MAU TANDINGAN GRAMMAR (BUKAN GRAMMER), YA DATANG AJA KE JED…

    for U, WANNA BATTLE
    I appreciate although I don’t like u… u know why???
    coz only u brave to use english in this forum…
    However, battle is not a good way to show your intelligence. u want me to teach u something son? LEARN MORE!!!

    SEBAGAI KESIMPULAN SAYA;
    1. SEBUAH STUDI KOMPARASI, TIDAK HARUS DISIKAPI DENGAN EMOSI.
    2. SAYA BERANGKAT DARI PRIVATE EXPERIENCE, DAN ANDA SEKALIAN PUNYA HAK UNTUK MEMILIKI, MENIKMATI DAN MEMBELA PENGALAMAN ANDA.
    3. DALAM KEYAKINAN SAYA, ORANG-ORANG DI MANA SAYA BELAJAR BAHASA INGGRIS, INSTRUKTUR DAN TEMAN-TEMAN, ADALAH ORANG-ORANG BERKUALITAS.
    4. MENURUT PENGALAMAN DAN PENDALAMAN SAYA, JOGJA ENGLISH DORMITORY BENAR-BENAR BISA MEMBUAT ORANG BISA NGOMONG ‘INGGRIS’ YANG BENER-BENER INGGRIS, TIDAK PEDULI DENGAN GAYA YANG MANA, TAPI YANG JELAS BUKAN INGGRIS JAVANESE.. YA THO???

    TERAKHIR…
    SAYA MEMPUNYAI KEINGINAN MENGUNDANG TEMAN-TEMAN ‘LULUSAN PARE’ UNTUK MAKAN MALAM DAN BERBINCANG-BINCANG TENTANG, DARI YANG LOW CLASS SAMPAI HIGH CLASSnya. CARANYA GIMANA YA???

  9. I’m so sorry, Last time I was TC 62. Where are my friends TC 62 now? Mr. Agus from Bogor who was expert in reading holy Qur’an ‘n singing English Song, Mr. Jumadi (He had skill in Islamic Speech), Miss. Hanif (Beautiful Girl from Ponorogo), Miss. Chusnul Chotimah (“My Mothers” ‘n Smart Student), Miss. Muslikatun, Musafir, Alunk, Gus Mus, Muhammadun, Akhri, and others.

  10. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Salam hangat buat Bapak Kalend dan keluarga yang telah memberikan bimbingan bahasa dan arti hidup pada saya, Bapak Akhlis yang dengan Low Profilenya mengajar Bahasa Inggris, Bapak Malik yang dulu masih single dan selalu energik serta ketika lelah mengajar terkadang menyuruh saya untuk memijatnya..he..he.., dan staf pengajar BEC yang lainnya. Saya alumni BEC TC 92, orang Sunda Asli, dari Kota Tasik yang Resik dan Asyik. Begitu melihat blog tentang BEC, Saya langsung teringat masa-masa enam bulan belajar bahasa Inggris di sana. Sungguh sangat mempesona. Bukan hanya belajar bahasa, tapi belajar memahami arti kehidupanpun akan dirasakan oleh seluruh peserta kursus jika mereka belajarnya sungguh-sungguh. Terus terang, jika niat kita ke pare untuk belajar serius dan ikhlas, Insya Alloh ilmu bahasa yang dikaji disana akan cepat terpahami dan bermanfaat dalam hidup. Para pengajar BEC yang tegas, disiplin, sopan, santun, ramah, tamah, membuat suasana BEC terasa menyejukkan. Mr. Kalend yang sederhana menjadikan BEC cukup mempesona. Para pengajar yang energik membuat peserta kursus merasa asyik. Masjid yang ada di komplek BEC menjadi simbol kedekatan seluruh civitas akademika BEC terhadap Alloh SWT dan Pak Kalend menginginkan seluruh peserta kursus tidak ada yang lupa akan ajaran Islam. Oleh karenanya tidak berlebihan jika peserta siswi wajib memakai jilbab. Subhanalloh, terima kasih Mr. Kalend. Alloh SWT telah menitipkan ilmu-Nya kepada Bapak sehingga Bapak menjadi sosok teladan bagi kami dan kawan-kawan peserta kursus. Ada pengalaman yang menggelikan bagi saya. Dulu ketika ulang tahun BEC, setiap peserta harus menampilkan atraksi mengucapkan selamat ulang tahun BEC sesuai dengan bahasa asalnya masing-masing. Eh..ternyata saya yang belum 2 minggu belajar di BEC dipaksa teman-teman dari Jawa Barat untuk mendemokan “Bahasa Sunda” di panggung. Dengan tanpa persiapan, saya tampil, dan ternyata ketika tampil semuanya “Tertawa” mendengar kata-kata Sunda saya. Padahal Bahasa Sunda Saya pada saat itu sangat amburadul…he..he….Hi teman-teman TC 92, dimanakah kini kau berada. Kami rindu kekompakan, kebersamaan, dan kasih sayang di antara teman-teman yang dulu pernah kita jalani dan alami. Please dech kirim keberadaan teman-teman ke -emailkoe: ilam_maolani@plasa.com. Atau teman-teman bisa lihat blog saya untuk sekedar menyapa dengan alamat: http://www.ilam-maolani.blogspot.com
    Thanks very much Mr. Kalend and All teachers of BEC who have given us unforgetable English supply.
    Wassalam.

  11. Salam kanggo Bapak Kalend, Bapak Akhlis, Bapak Malik, sareung nusanesna, ti abdi urang sunda, TC 92. Sosok nungajar di BEC teu aya duana. Disiplin, ramah, sopan, santun, mumpuni dina IQ, EQ, sareung SQ-na. Hatur nuhun Pak Kalend. Sok sanaos kursusan di Pare dianggap enteng ku JED Yogya, namung saur abdi mah Kursusan di Pare, utaminamah BEC, TOP dech. Majeung teras pak Kalend. Bravo BEC, Bravo sadayana lulusan BEC. BEC tiasa ngajanteunkeun siswanya nutadina “BLANK’ janteun “NGEJRENK”. Wassalam.

  12. makanya mas jangan sekali kali dech menyombongkan diri… bilang pare ga berkualitas segala lagi… JED apa tuh… selama saya di jogja bru kali ini saya mendengar lembaga itu… sudah yah… benahi dulu lembaga kalian setelah itu baru dech promosi… oke sekian aja… it believes that pare is comfortable for all

  13. buat daniel yang mengaku seorang asisten ahli peneliti utama bidang sosial yang sudah mendapatkan Short Course di Oxford
    ku ucapkan banyak terimah kasih atas infonya yang telah membuatku penasaran abis tentang lembaga yang pernah anda tempati blajar bhs inggris.
    karena penasarannya diriku, ku sempatkanlah ke JED untuk mengobati rasa itu

    inilah hasil observasiku tentang JED.

    1. fasilitas yang lengkap:
    hot spot area ; cman JED center doank, itupun lemot
    AC ; cman kelasnya doank, itupn gak bermerek, ya AC-ACan makane puanas,
    Kafe-Angkring ; emg punya JED? ngaku-ngakuan niyee

    2. di tengah kota pendidikan Yogyakarta. bukan jalur angkot, apa itu di sebut tengah kota?

    3. lingkungan sangat mendukung. apanya yang mendukung? your schedule’s too missed up

    4. Pengajar berkualitas internasional. tapi agak plagiat gichu, materinya mrip banget dngn lembaga kursusan yg ada di pare (khususnya materi grammar-copy paste niye)

    5. punya 3 dormitory (putra dan putri). bner punya tiga? bru gtu dah sombong

    6. System Dormitory Integrative yang Teruji. apanya yg teruji? jam klasnya adja acak2n

    7. Ditangani oleh Orang-Orang Professional dan Berpendidikan Tinggi, tapi msh nervous gtu klo ngajar, SDMnya BURUK plus manajemen tusuk sate

    8. Berorientasi pada Kualitas. kualitas pa kuantitas? kuantitas pa kualitas? ayo jangan bokiz dech, sekelas sampe sesak gitu, sekamar sampe sumpek gtu…

    9. Jaminan Mengulang Gratis Sampai BISA, gimana gak ngulang klo yg ngajar (baca:tutor) gak ngusai materi, bkin siswa bingung

    10. Biaya sangat murah. emg UMR jogja brp? beraninya bilang murah. sono buka sekolah rakyat-pendidikan gratis.

    buat daniel yg prnah Short Course di Oxford. km bisa gak bedain antara native teacher dgn local teacher? bisa gak bedain antara aussie, british, american, and indonesian?
    wuenak adja nyamain dgn kursus2an seperti: ELTI, LIA, REAL ENGLISH, ENGLISH FIRST. mereka itu punya acuan tersendiri man, gak sperti kalian yg gak jelas kiblatnya kemana. ke barat ya?maw sholat kaleeeee

    ne petikan tulisanmu; “…..Bahkan lembaga pendidikan sekelas ELTI, LIA, REAL ENGLISH, ENGLISH FIRST, menurut saya hanya unggulo nama, dari sisi kualitas, JED masih sangat bisa bersaing dengan mereka”

  14. di pare buanyak bgt kursusan…tinggal pilih.mo nyari yg kaya gimana ad dsni..da 50 an lebih kursusan dsni,dari jakarta naek kreta turun jombang,jombang naek mobil jurusan pare..dulu jg saya dipare..skarang dah kerja.

  15. ass, wr wb. hello…………? for u who know me , and special 4 BEC graduation TC 93, MS 27, i just wanna say ” Met Iedul Fitri 1429 H” Minal Aidin wal faizin, please 4give me!!!!!!!!
    ugh……I was disappinted,I didn’t find you all at BEC’s reunion . 4 Everybody who heards bot ” Kampoeng Ingris Pare”. and u r corius bot it, just go there and prove it! not the place that makes u master English, but U, Ur self , it depends on U. Pare..? It’s un4getable place . I can’t say anything bot pare, but,I can’t deny Now I’m in Jakarta being an English teacher, coz’ of PARE and off corse coz’ Allah SWT. 4 my friends I hope we can meet someday, I wish U all LUCK. CU

  16. bagi temen2 yang muw tertarik dan muw mendaftar seperti saya
    hubungi saya saja, dengan kirim pesan ke email saya.
    terimakasih

  17. Maaf, nama saya herlyn, saya mahasiswa Unika Atma Jaya, Jakarta. Saya mau tanya kpd mas/mba mngenai kota pare ini.serta informasi yang selengkap-lengkapnya mengenai kota Pare ini..saya mohon, informasi nya dikabarkan kesaya secepat mungkin. krna mengingat jadwal kuliah saya yang sangat padat, dan sedikitnya waktu libur, akan tetapi saya akan benar2 menympatkan waktu saya, untuk bisa menambah ilmu di kota pare tersebut,,terima kasih

  18. muw tanyalebih lanjut tentang kota pare dong..
    saya mengetahui kota inggris ni dari temen saya..
    sekiranya, jka anda bisa membantu saya, memberikan informasi yang lengkap tentang kota tersebut, saya ingin sekali pergi dan mencoba bljar bahasa inggris disana.
    saya sangat berharap anda bisa membantu saya, dalam memberikan informasi selengkap-lengkapnya, tentang kota pare ini,,
    terima kasih banyak..

  19. ini Q khusus kan lbwt mr.rijal, q synk bgt ma mr.rijal?????
    tp, q tkut mw ngomongnya???? tkut d tolak!!!
    klo mr.rijal swyang tlng temui q secepatnya.

  20. hellow………………
    I’m from pare juga loch…. TC 93.
    td sempet baca2 yg diatas, bukannya mau bela PARE tp bukan jg nyalahin JED (jogja) tp mbok ya bersaing scr sehat.
    oke,,, fasilitas di JED lengkap tapi jgn salah Pare banyak bgt kelebihannya.
    meskipun harus pake ontel, mau ngenet harus ke warnet, kelasnya nggk pake AC, jajan nggk ke cafe keren tp setiap orang yg udah pernah belajar di pare akan memperoleh sesuatu yg sangat berharga dlm hidupnya. pengalaman hidup, sahabat-sahabat yang berarti dalam hidupnya, yang awalnya nggk bisa sama sekali jadi tau ttg bhs inggris. mungkin saat anda ke pare anda tak punya teman sama sekali, anda tidak belajar dan anda hanya wawancara ato survei saja terang saja anda tidak bisa menikmati dan merasakan betapa Pare itu menyenangkan dari segi apapun. lagipula meskipun banyak teacher yang hanya lulusan lokal tp jgn salah kualitas mereka bisa lebih baik dari lulusan universitas tinggi manapun. so…. nggk usah sombong meskipun anda domisili di kota jogja…. key

    buat temen2 TC 93, MET IDUL FITRI 1429 H
    mohon maaf lahir batin yach………..
    buat KAKA cah JClub,,, q kenal qm en msi inget ma kamu og.

  21. hai…. fren!!! i am from east kalimantan…. and i was a student of BEC….
    i just want to say hallo n miss you all to the members of TC’87 2005…..
    i can’t keep communication to the members of TC’87 2005, and know i do hope we can get communication again whenever and wherever….!
    emmmmmm…. may be you still remember “mak ketan”!!!!(the place which you could eat very nice n sooooo chipest)
    i still remember when i had breakfast early in the morning before going to study english…
    Mr. Kalend the old man which The BEC belongs to him…
    (sory to be continue…..)

  22. hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaalllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

  23. kl men q sgla sesuatu itu mmg ada kekurngn and klbhnx,sbnrx kl kta mau ngritik JED it jga pux kekirngn itu PASTI ada ,psti ,krn yg mmppuxi kesempurnaan itu hnya Allah,n mslhx ngapain kta hrs slg mghna hrsx slg mlgkapi toh kmbalinya semua itu kpd Penguasa Bahasa yaitu Allah Azza wa Jalla kl kta slg mnghina n slg mncri kkurngan g’ thu itu JED/KRSSN YG ADA D PARE smua ilmu yg mrka dptkn akn mjd tdk barokah, maukh anda sprti itu?krn sgla sesuatu yg baik itu dhslkn oleh hati yg jernih,ikhlas,tdk sombong,riyak,iri,dengki / apapun yg jelek krn hasilx apabila jiwa,hati kotor mka yg d hslkn pun akan kotor pula n shrsx kta hrs berfkr ulang lagi sbnrx apa sich tujuan kita hidup d dunia ini ?????????????? bukankah RIDLO ILLAHI ? ATAU KEHIDUPAN YANG FANA INI YG ANDA HRPKN ? APAKAH ANDA KEKAL D DUNIA INI ? SETELAH KEMATIAN MENIMPA ANDA APA YANG ANDA HARAPKAN??????????????????????????…………………………………………………………………….

  24. u DANIEL,JED sucker …u ain’t nid to talk bout all dat shit hea 4 ur own promotion..all u nid 2 do 2 prove dat ur qualified is u giv all da mofos proof dat u rily r…u wanna say dat we speak like Javanese,,?shit man…wanna battle?jus cum down hea n prove it.

  25. KIRA GAK JADI MASALAH,KALAU MEMANG DIA MUMPUNI DI BHS INGGRIS.
    GAK ADA KURSUSAN MANA PUN YANG BAGUS DLAM SPEAKING KALAU PENGAJARNYA MASIH ORANG INDONESIA,TP KALAU TEACHER GRAMMER GAK HARUS ORG LUAR.INGRIS AREA YANG BENAR2 BGUS HANYA DI INGRIS.SEKARANG COBA LIAT DONK ANAK2 HIGH CLASS NYA SMART,TRANSLATE WRITING NYA ELFAST ATW GRAMMER SCHOOL NYA ELFAST,YA JANGAN LIAT KURSUSSAN LAIN KLAU GRAMMER,SIAPA GAK KENAL MS UUN ATW MR ANDRE,SISWA2 MREKA BANYAK YANG DI LUAR NEGRI,SISWA YANG KURSUS BANYAK YANG KULIAHNYA S2 BAHKAN JURUSAN BHS INGRIS.
    MAS ATW MBA YANG ADA DI JED,ANDA ITU MSH BELUM ADA DUA TAUN JA BERANI KOMENTAR YANG GAK ENAK TENTANG PARE.PARE BUKAN KAMPUNG BHS,TAPI PARE TEMPAT KURSUS YANG MEMADAI BAGI ORANG YANG MEMPUNYAI KESEDERHANAAN HIDUP TP BERFKIRAN DUNIA.baru dua taun ja komentar aneh2 tentang pare.JED ITU JIPLAK PARE,JED INGIN MEMBUAT KOMONITAS PELJAR BHS INGRIS SEPERTI DIPARE…COBA TANYAKAN SAMA ORANG2 JED,BOLEH BERSAING TAPI KUALITAS YANG DITONJOLKAN BUKAN DENGAN CARA MAIN BELAKANG………

    SAYA ALUMNI PARE DAN SEKARANG MENJABAT POSISI PENTING DI PROP JOGJA.

  26. JED ha ha ha ha……………………….
    anda lg promo ya,tolong apakah dari salah satu orang dalam jed ga`da yang pernah kepare.
    JED he he he
    seharusnya anda nyadar dong,berani2nya bilang pare gak cocok buat belajar ingris.
    ya memang gak semua kursusan di pare berkualitas.tp ada beberapa yang saya kira memenuhi persyaratan untuk buat acuan belajar.
    JED he he he
    saya kira anda tau kok.ok lah kalau anda nilai darisegi cara berbicara atau speaking anak pare kejawajawan,tp masalah grammer gmn mau bertanding ta.
    LULUSAN SMU MAUPUN APAPUN SAYA

  27. benernich q bener-bener pengin tahu dimana alamat BEC.Qmerasa sangat tertarik untuk bisa belajar disana. Mohon untuk bisa mengirimkan alamat yang lengkap tentang BEC dengan no contacnya juga ya?bisa ke E-MAIL Q.
    Nah tambahanya ketika masuk BEC sebaiknya tinggalnya dimana?

  28. Saya adalah seorang asisten ahli peneliti utama bidang sosial. Dari 2002 saya sudah mendengar tentang Pare, tapi tak pernah saya berpikir untuk kesana. alasannya:
    1. Saya sudah mendapatkan Short Course di Oxford
    2. Temen2 yang pernah kursus di Pare, mempunyai gaya bicara jawa yang diinggriskan (JADI LUCU BANGET KAN).
    3. Saya mempunyai kegiatan yang sangat padat, sehingga tidak bisa meninggalkan Yogyakarta menuju daerah yang terpencil, kecuali ada tugas.

    Aku setuju banget dengan pernyataan Pak Kalend sama mas yang dari Rhima, kalo Pare tidak pantas dikatakan sebagai Kampung Inggris (Omong Thok).

    Pada Februari – April 2007, saya menyempatkan diri kesana untuk mengobati rasa penasaran ; ‘MENGAPA ORANG BANYAK TERTARIK KE PARE, YANG DALAM PANDANGAN SAYA, MEMPUNYAI JAVANESE STYLE?’.

    KESIMPULAN AWAL SAYA; BAHASA INGGRIS PARE TIDAK SESUAI UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK SAYA.

    Akhirnya memang saya temukan jawaban, setelah observasi, wawancara, dan berpartisipasi secara langsung di beberapa kursusan di sana. apa yang saya dapat simpulkan adalah:
    Kelebihan Pare:
    1. Biaya murah.
    2. Banyaknya lembaga pendidikan bahasa Inggris di lokasi yang berdampingan.
    3. System English Area
    4. Banyaknya Siswa dari luar daerah.

    Ternyata dibalik nama besarnya, Pare memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
    Kekurangan System di Pare adalah:
    1. Mementingkan Kuantitas, kualitas nomor sekian.
    2. Materi Partial dan Metode Stagnan.
    3. Limited English Area, hanya ketika mereka di dalam kost yg english area.
    4. Minimnya sarana Informasi dan transportasi, harus pakai sepeda onthel.
    5. Sarana Pendidikan yang Kurang Memadai, jauh dari kesan modern dan seadanya.
    6. System Kontrol tidak memadai, perkembangan siswa tidak terpantau dg baik.
    7. Tenaga pengajar hanya lulusan lembaga yang bersangkutan, dengan kualitas pas-pasan, dan pendidikan rata-rata SMA.
    8. Pare hanya cocok untuk belajar bahasa Inggris bagi para lulusan SMA, sementara untuk kepetingan akademik, apalagi beasiswa ke luar negeri, tidak banyak yang bisa diharap dari sana.

    Kesimpulan tersebut saya peroleh dengan penelitian partisipatif dan dapat saya pertanggung jawabkan, baik secara ilmiah maupun moral. Oleh karena itu, Saya lebih mereferensikan kepada teman2 yang benar2 ingin menguasai bahasa Inggris, untuk kepentingan yang lebih maju, agar belajar di JOGJA ENGLISH DORMITORY (JED) YOGYAKARTA. Dengan kualitas yang bagus, fasilitas yang lengkap (hot spot area, AC, Kafe-Angkring), di tengah kota pendidikan Yogyakarta, lingkungan sangat mendukung, Pengajar berkualitas internasional (tidak ‘NJAWANI’), punya 3 dormitory (putra dan putri), System Dormitory Integrative yang Teruji, Ditangani oleh Orang-Orang Professional dan Berpendidikan Tinggi, Berorientasi pada Kualitas, Jaminan Mengulang Gratis Sampai BISA, dan Biaya sangat murah. Saya juga merupakan peserta dari JED.
    Bahkan lembaga pendidikan sekelas ELTI, LIA, REAL ENGLISH, ENGLISH FIRST, menurut saya hanya unggulo nama, dari sisi kualitas, JED masih sangat bisa bersaing dengan mereka. Demikian semoga bermanfaat.
    Informasi lebih lanjut dapat dicari melalui http://www.jedclub.com. Atau datang langsung ke kantor JOGJA ENGLISH DORMITORY:
    JED CENTER : JL. NOGOROJO 9, GOWOK, YOGYAKARTA. (0274) 6588819
    JED BRANCH 1 : JL. BALIREJO 13, TIMOHO YOGYAKARTA, (0274) 582159
    JED BRANCH 2 : JL. KSATRIA 13, GEDONG KUNING, YOGYAKARTA, (0274) 556816

    SEMOGA BERMANFAAT

  29. Salam kenal buat kang nafis yuang imoet.. Saya dari tangerang minta info tentang perkumpulan para alumni pare yang ada di UIN Ciputat donk….
    Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s