Hi, I am from Pare. And I speak English…

Bila ada kisah penguasaan Bahasa Inggris bisa mengubah nasib atau karir seseorang, itu biasa. Kalau bahasa Inggris mampu mengubah wajah suatu perkampungan, itu baru di laur kebiasaan. Hal yang belakangan inilah yang terjadi di Kota Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kota kecamatan kecil yang terletak 24 kilometer timur laut dari Kota Kediri ini, selain terkenal dengan komoditas madu lebah dan sawo manila, kini memiliki beberapa desa yang dilekati predikat sebagai kampung Inggris. Bukan, bukan karena banyak bule yang berlalu-lalang di sana, melainkan karena menjamurnya tempat kursus Bahasa Inggris di wilayah ini.

Tulungrejo dan Pelem, dari dua desa inilah paling tidak sebutan kampung Inggris berasal. Di sana berderet puluhan lembaga kursus yang mengajarkan kemampuan berbahasa Inggris pada ribuan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja Basic English Course (BEC), Effective English Conversation Course (EECC), Mahesa Institute, Smart International Language College, Manggala English Zone dan sederet nama lainnya. Sebagian besar lembaga kursus ini baru berdiri empat atau lima tahun yang lalu, tetapi beberapa diantaranya telah dikenal sebagai pusat belajar bahasa Inggris sejak awal tahun 1990-an. Bahkan BEC, yang diakui sebagai pendahulu dari semua lembaga kursus yang ada di Pare, sudah berdiri sejak tahun 1977.

Meski terkenal sebagai Kampung Inggris, sebetulnya bukan hanya Bahasa Inggris saja yang ditawarkan oleh lembaga kursus di kawasan Tulungrejo dan Pelem, tetapi juga bahasa Jepang, Mandarin dan Arab. Hanya saja jumlah lembaga dan peminatnya tidak sebanyak di tempat kursus bahasa Inggris, tak heran jika wilayah ini lebih dikenal sebagai kampung Inggris ketimbang julukan lainnya.

“Yang paling awal berkembang dan diminati memang kursus Bahasa Inggris. Saat ini dari 84 lembaga di seluruh Kecamatan Pare, paling tidak 80-an persen mengajarkan Bahasa Inggris,” ungkap Muhammad Kalend (61), pendiri BEC sekaligus tokoh yang berada di balik perkembangan sentra kursus bahasa Inggris di Pare.

Mister Kalend, demikian ia biasa disapa penduduk sekitar dan para siswa kursus, mendirikan BEC di akhir tahun 1970-an awalnya untuk membantu sejumlah mahasiswa yang kesulitan memahami teks-teks bahasa Inggris. Ia memperoleh kemampuan berbahasa Inggris berkat bimbingan almarhum Ustadz Yazied, pengelola Pondok Pesantren Darul Falah, Pare. Ustadz ini kondang sebagai ahli bahasa dan konon sekurangnya 8 bahasa asing dikuasainya. Kini, berkat ketelatenan Mister Kalend selama 28 tahun BEC tumbuh menjadi lembaga kursus terbesar di Pare dengan siswa mencapai 800 orang setiap enam bulannya.

Laris Tanpa Iklan
Citra Pare, terutama Desa Tulungrejo dan Pelem sebagai  Kampung Inggris telah memikat minat banyak anak muda dari berbagai daerah di Indonesia. “Saya tahu Pare dari cerita teman saya. Katanya ada kampung Inggris di mana semua orang memakai Bahasa Inggris untuk bahasa sehari-hari. Biaya kursus pun murah-murah, ada yang hanya Rp. 15.000 sebulan. Siapa yang tidak tertarik?,” kata Muttahar, peserta kursus di BEC asal Gerung, Lombok Barat. Dari cerita itu, seusai lulus dari SMA, ia bersama empat temannya memutuskan untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris di Pare untuk bekal mencari pekerjaan. Dalam enam bulan, ia telah lancar dan percaya diri bercakap-cakap dalam bahasa global ini.

Isyam, mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta yang mengambil kelas percakapan di REC (Rhima English Course), menyempatkan diri ke Pare untuk membuktikan cerita gurunya di SMA mengenai keefektifan sistem pengajaran bahasa Inggris di Pare. Lain halnya dengan Basyar, rekan kos Isyam, yang mengaku ikut kursus untuk membekali diri menjadi pengajar di kursus bahasa Inggris di Bantul. Karena itu ia mengambil beberapa program di tempat kursus yang berlainan. “Selain itu, kursus ini untuk persiapan ikut ujian masuk perguruan tinggi di Gadjah Mada. Saya berencana mengambil jurusan Sastra Inggris,” ujarnya mantap.

Seperti halnya pengalaman Muttahar, Isyam dan Basyar, sebagian besar peserta kursus memang mengetahui kisah kampung Inggris hanya dari cerita mulut ke mulut. “Selama ini memang tidak ada tempat kursus yang memasang iklan di media massa, paling banter hanya membuat selebaran dan ditempel disekeliling kampung. Jadi informasi diperoleh dari mulut ke mulut,” kata Afid, pengelola dan pengajar REC. Ia sendiri punya pengalaman berbeda yang mendorongnya untuk belajar Bahas Inggris di Pare. Bukan lantaran reputasi Pare sebagai pusat kursus Bahas Inggris, melainkan gara-gara bersua dengan serombongan gadis yang cas cis cus berbincang dalam bahasa Inggris saat di atas bis antar kota.

Kampung Inggris Julukan Kosong?
Meskipun berjuluk kampung Inggris, jangan dibayangkan wajah Tulungrejo dan Pelem seperti permukiman di luar negeri atau kawasan wisata yang dijejali turis asing seperti di Sosrowijayan, Yogyakarta atau Jalan Jaksa, Jakarta. Suasana di dua desa ini lebih mirip dengan suasana kawasan di sekitar kampus perguruan tinggi. Selain warung makan yang tampak bertebaran, terlihat juga persewaan komputer dan rumah-rumah kos. Jajaran tempat kursus dengan spanduk dan papan nama aneka warna mendominasi sepanjang jalan-jalan utama, terutama di Jalan Brawijaya dan Jalan Anyelir, seakan mencoba meneguhkan julukan Kampung Inggris. Tetapi dinamika ini ditangkap dengan cara pandang lain oleh Mister Kalend.

“Meskipun sudah puluhan ribu orang belajar bahasa Inggris di sini, saya tidak setuju kalau wilayah sini disebut kampung Inggris. Soalnya, warga asli tetap masih banyak yang tidak mengenal Bahasa Inggris. Peserta kursus pun sebagian besar masih berbincang dalam Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, termasuk ketika di tempat kursus. Jadi mana bisa disebut Kampung Inggris?”, kata Mister Kalend dengan nada menggugat.

Baginya, julukan kampung Inggris baru layak disematkan jika sebagian besar orang di setiap waktu dan di semua tempat berbicara dalam bahasa Inggris. “Itu pun dengan cara ucap yang tepat, bukan Inggris Jawa, Inggris Sunda atau Inggris Madura,” imbuhnya sembari tertawa. Inggris Jawa, Inggris Sunda maupun Inggris Madura adalah kelakar Mister Kalend untuk menggambarkan cara pelafalan Bahasa Inggris secara medok yang banyak dipraktekkan oleh siswa-siswa yang berbahasa ibu Bahasa Jawa, Sunda atau Madura.

Pendapat Kalend diamini oleh Afid. “Tapi kalau empat atau lima tahun lalu, saya masih setuju dengan julukan kampung Inggris,” ungkap bujangan asal Tulungagung yang akrab dipanggil Mr.Qumpriet oleh para siswanya ini. Menurutnya, saat itu kondisinya lebih mendukung untuk mempraktekkan bahasa Inggris secara aktif setiap hari mulai dari lokasi kursus, warung makan sampai tempat kos.

“Waktu itu setiap tempat kos memiliki pengurus yang membuat program untuk mempraktekkan bahasa Inggris,” lanjut Afid. Ia menilai etos belajar semacam itu mulai luntur, sehingga atmosfir untuk mempraktekkan bahasa Inggris kurang terjaga. Sedang mengenai julukan Kampung Inggris, senada dengan Mr. Kalend, Afid menduga alasan bisnis-lah yang melatarbelakanginya. “Bahasa Inggris di sini kan sudah menjadi komoditas, barang jualan. Jadi wajar kalau julukan kampung Inggris dijadikan seperti merek dagang oleh banyak lembaga kursus,” tambahnya.

Rejeki Bagi Kampung
Lepas dari tepat tidaknya Pare menyandang julukan Kampung Inggris, menjamurnya tempat-tempat kursus di Tulungrejo dan Pelem menjadi sumber rejeki dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat. Banyak rumah penduduk yang disewa untuk dijadikan tempat kursus, meskipun lebih banyak lagi yang dirombak menjadi tempat kos. Selain itu, bermunculan pula warung makan dan jasa pencucian pakaian yang menjadi sumber pendapatan tambahan.

Namun perkembangan ini tidak lantas membuat biaya hidup melonjak. Seperti halnya biaya kursus yang relatif murah, ongkos makan pun sama murahnya. Rata-rata sekali makan dengan menu nasi dan lauk pauk lengkap beserta minuman hanya menghabiskan Rp. 3.500. Biaya kos juga tidak seberapa mahal, berkisar antara Rp. 40.000 hingga Rp. 100.000 per bulan dengan fasilitas kamar berukuran 2 x 3 meter, alas tidur dan lemari pakaian.

Potensi ekonomi sampingan dari bisnis ini memang luarbiasa. Coba bayangkan saja berapa perputaran uang di dua desa ini apabila setiap enam bulan sekali sekurangnya 2000 orang datang bergantian dari berbagai penjuru Indonesia. Hitung saja jika masing-masing peserta kursus membelanjakan, katakanlah minimal Rp. 200.000, maka setiap bulan perputaran uang di Tulungrejo dan sekitarnya mencapai Rp. 400juta. “Padahal saat bulan-bulan liburan sekolah dan kuliah, peminat kursus bisa membludak sampai 5000-an orang,” ujar Afid. Artinya, perputaran uang dalam sebulan di dua desa itu berlipat hingga Rp. 1 milyar!

Angka tersebut tentu bukan nilai yang kecil bagi penduduk yang kebanyakan berprofesi sebagai petani. Tak heran jika lima tahun belakangan ini, seiring makin populernya kawasan Tulungrejo dan Pelem sebagai sentra kursus bahasa Inggris, wajah fisik desa mengalami banyak perubahan. Jalan-jalan tanah di tengah kampung disulap menjadi jalan beraspal mulus dan rumah-rumah penduduk semakin mentereng.

Akan tetapi, di balik geliat ekonomi ini terselip juga ironi. Hampir tidak ada warga asli Pelem dan Tulungrejo yang terlibat langsung dalam pengelolaan tempat-tempat kursus, baik sebagai pengelola maupun pengajar. Banyak diantara anak mudanya yang memutuskan bekerja sebagai buruh pabrik dan profesi lain di berbagai kota, padahal peluang kerja di desanya masih terbuka lebar. “Mungkin mereka merasa gengsi, tapi saya kurang tahu kenapa? Barangkali karena tidak menguasai Bahasa Inggris,” duga Mr. Kalend.

Barangkali inilah pekerjaan rumah terbesar bagi para pengelola lembaga kursus dan masyarakat Pare, yakni menjadikan kaum mudanya dengan percaya diri berkata; “Hi, I am from Pare. And I speak English.”

****

It’s a wow seeing this post glutted with comments! Thanks buddies! Since I’d only spent two days in Pare (in 2006!), I didn’t manage to dig extensive infos but few about the course programs and supported facilities out there. Sorry. Please scroll down comment by comment below to get other facts about Kampung Inggris or visit sites enlisted below. Good luck!

http://info-wtc.tripod.com/

kampunginggris.com

blognya Islah

Advertisements

534 thoughts on “Hi, I am from Pare. And I speak English…”

  1. Assalamualaikum.
    To every body who knows Mr.Malik’s address, telephone number and also email please give me information……. coz I lost contact with him…….. coz he is my good teacher in BEC and he has FEE ( Future English Education )
    Slam buat temen2 TC 92……………..
    thanks so much!!!
    Wassalam

  2. Wah, aq juga pengen ke Pare neh mumpung liburan
    minta info Jadwal kursus diBEC donk,untuk yg 1 bulan
    masalahnya mo ngadapin TOEL neh,
    trus t4 kost yg murah,full bhs inggis.
    aku ma temenku mungkin bulan Juli ini kesana..
    Plisssss… Infonya

    Thanks Mas Muhammad Dardiri ya…

  3. Aslmkm…….
    saya sangat tertarik dengan english course di pare
    kalo boleh tahu en ada yang tau no telp en info about RHIMA English Course tolong…..kirim ke email saya di fairuz_zahiyah@yahoo.com atau di 081318992785
    saya inginkan informasi secepatnya thanks…..

  4. assalamu’alaikum
    to all bec’s alumni
    don’t forget to join in bec’s reunion every 5 syawal every year. it’s free of charge. you’ll be excited there.

    wassalamu’aaiku.

  5. assalamualaikum wr. wb
    gue skrg baru selesai kuliah strata satu, tp gw mau belajar english lagi ni..
    klo gw denger kyk nya di pare jd solusi untuk bwt gw jadi bs berbahasa inggris,,,
    gw minta tlng dong ksh tau info nya tentang pare bec dan biaya nya,
    soalnya gw mau bljr n skalian kost d sana gitu…….

    kalo bs krm ke email gw ya…

  6. assalammualaikum…………….
    wah jadddddddddi pengen?????????? belajar di pare
    boleh ga’ temen2 nagasih tau tempat yang bagus di pare sekalian ada asramanya??

    maksih banyak atas jawabannya??

    salam kenal abdil (oranga awam bhs. inggris)

    kalo bisa kirim ke email ane ya

  7. assalammualaikum…………….
    wah jadddddddddi pengen?????????? belajar di pare
    boleh ga’ temen2 nagasih tau tempat yang bagus di pare sekalian ada asramanya??

    maksih banyak atas jawabannya??

    salam kenal abdil (oranga awam bhs. inggris

  8. assmua’laikum……….?
    saya farida,mahasiswi UNNES jurusan bahasa jepang.seneng sekali denger informasi di Pare,saya minta tolong donk……..?beri tahu biaya program speaking di BEC yang I bulan,truss ama biaya kos yang standar..,
    Doomo arigato gozaimsu to iimasu yo

  9. Dear Mas-Mas dan Mbak-Mbak khususnya Mas Rohman,

    Saya sangat terharu membaca tulisan Mas Rohman (sendaljapit@lycos.com) dan juga tanggapan dari temen-temen lainnya.

    Saya kebetulan alumni EECC dan BEC tahun 1995 TC bulan Juni, Juli, Agustus. Kesan saya selama enam bulan tinggal dan belajar di Pare hanya satu ” LUAR BIASA “. Terima kasih yang sebesar-besarnya buat Pak Kalend, Pak Akhlis, Bu Lilik dan pengajar di BEC semuanya. Semoga BEC dan EECC serta lembaga kursus lainnya semakin maju dalam mendidik anak-anak Indonesia.

    Alumni BEC dimanapun berada khususnya TC Juni, Juli, Agustus tahun 1995, mohon kiranya tidak keberatan menghubungi saya di email: ali_asrori@yahoo.com.

    Many Thanks and Kind Regards

    sunan

  10. Salam buat tutor & teman2 BEC dan PP Darul Falah, saya berterima kasih banget telah dididik dan digbmleng di sana. Buat para alaumni 2006, kalau masih ingat hifni angan lupa kirim kabar ya…Thanks. kirim ke e-mail: ahmadhifni@gmail.com.
    By A. Hifni Amri, Pekalongan.

  11. Ass.
    Dear Mas Rohman
    Saya adalah alumni Pare, yang selama enam bulan studying English. I was in EECC for 3 months with Mr. Akhlis, Mrs.Lili’, Mr.Bakhtiar, Mr.Farhan Rafi and Miss.Mia. And I was in BEC(TC 92) bersama Mr.Kalend O yang very diciplin, juga Miss Yuni yang gaul abisss….Mr.Fahruddin, Mrs.Atun and Mr. Malik is very kind…….

    I lived in Firdaus house, Tulungrejo yang terkenal “killer mother” but sometimes very kind.Although I moved to far course that’s BEC, but I didn’t move to another boarding house. So, I went there by cycle. It took for about 10 or 15 minutes. Q juga ngambil di HARVARD for a month and ikut bedah buku BETTY di Mr.Malik…………….

    I got everything from Pare. And sekarang saya adalah mahasiswa di IAIN Walisongo Semarang di jurusan pendidikan bahasa Inggris. And I need some information about EECC and BEC development, and everything about them.
    Thanks

    Wass

  12. Oh ya. banyak yang bertanya masalah durasi kursus ya!
    mulai yang paling pendek
    2 MINGGU
    –> cuma KRESNA : konsentrasi pada grammar
    1 BULAN
    –> grammar : SMART, MAHESA, ELFAST, KRESNA, dan lain-lain
    –> speaking : ACCESS, MAHESA, RHIMA, DAFFODILS, HARVARD, MARVELOUS dll
    2 BULAN
    –> grammar : ELFAST
    –> teaching method : DEC(eastpro)
    3 BULAN
    –> grammar & speaking : HEC, EECC.
    4 BULAN
    –> grammar & speaking : MAHESA, PEC
    6 BULAN
    –> grammar and speaking : BEC
    1 TAHUN
    –> PRODI MAHESA

    untuk asrama
    ACCESS ENGLISH CAMP (cowok,cewek)
    SMART DORMITORY (cowok,cewek)
    MARVELOUS (cowok)
    ZEAL (cowok,cewek)

    ## semua data diatas masih sangat kurang, dalam artian masih banyak Kursusan dan Camp yang belum tercantum, kami mohon maaf atas kekurangannya, Insya Alloh bulan Juni, kami akan melengkapi data tersebut setelah kami melakukan sedikit pencatatan di Pare.
    Thanks

    J’Club

  13. Assalam
    Dear mas Rohman
    mas, ide untuk membuat blog tentang Pare ini sungguh luar biasa, kenapa tidak mencoba untuk membuat website tentang pare mas and ntar kita bantu untuk memperkenalkan ke teman-teman and komunitas bahasa inggris di seluruh indonesia.
    and bagi teman-teman yang pingin tau lebih jauh tentang Pare bisa kirim email ke akunafis@yahoo.com atau jeparasclub@yahoo.co.id, pasti dibales deh dengan informasi yang lumayan lengkap tentang pare. karena cukup lama aku tinggal disana (4 tahun bro!!) atau khusus yang tinggal disekitar jakarta (jabodetabek) kita bisa janjian untuk ketemu, karena sekarang sedang dirintis untuk membuat sebuah komunitas bahasa inggris yang digawangi para alumni pare, sementara ini posisinya masih dikonsentrasikan di UIN Ciputat.
    gimana! masih mau tau info tentang Pare!
    segera kirim ke alamat email tersebut.
    Thanks a lot.
    wassalamu’alaikum

  14. Assalamualaikum

    I’m so surprise hear that there’s place like this at
    Indonesia

    After I read it, I imagine that this is a wonderful
    village

    Can someone give me some good english course with
    low rate ? 😀

    Rgds
    Erna

  15. Hello all ,

    Salam kEnal dari Gw Wina,,,,,
    Setelah membaca artikel tentang pare ,, rasanya gw beneran interested banget ,,,
    Cauz , gw sekarang lagi cari2 t4 kursus english di Jkt ,,
    Tpi kalau harus homestay, ada paket yang 1 bulan aja ga yach.
    gw dulu anak pariwisata di SMK N 2 Semarang , n sekarang gw stay di JKT
    udah 2 th,gw kerja sbgai marketing di Export import …..
    Please help yach ,, klo ada suggest dri teman2 semuanya….

    Thanks be4
    Wina
    Hp,08562786355
    whi3_nhi3@yahoo.com

  16. Assalamu’alaikum….
    aku rifqi,q sangat berminat banget nih kursus di pare!setelah q baca article tentang pare.
    boleh tau ngga’ kapan terakhir pendaftaran di BEC?
    dan klo’bisa sama biayanya juga ya!
    reply on my email

  17. Pare yang Elok,

    Saya juga alumny BEC dengan tahun 1993 Lulus sekitar bulan february. Kalau tidak salah TC 42. Pare menjadi bahagian penting dalam hidup saya, yang waktu itu baru lulus SMA di Sidoarjo. Saat ini saya mengajar seni lukis di kota Sydney di Austrlia. Tanpa enam bulan di Pare rasanya mimpipun tida mungkin untu keluar negeri. Sudah sepuluh tahun di Sydney, kadang kadang dalam benak saya berfikir, dimanakah kawan kawan yang pernah belajar dengan saya… waktu tu ada Mas Badrun Munir, di rumah kos saya ada Mas Zaenal, Pak Aziz dari Samarendah, dan tentunya banyak juga kawan kawan dari Kesamben Blitar…. dan ada kawan dari Tunglur dan Tulung Rejo. Kalau ada yang ingat moon email ke saya.

    Untuk komunitas seni budaya, kalau ada yang bisa saya bantu dengan senang hati.

    Semoga Blog ini bisa berkembang menjadi sesuatu untuk kita banggahkan.

    Salam Jumaadi

    atau sering disebut gepeng dulu.
    Kos di rumahnya Pak Mat dan sering makan di Mbok Tahu.

    1. Hi, MAS Jum….
      Nama saya Heru saya dari lokal Tulungrejo, saat ini saya tinggal di Balikpapan sudah 15 tahun, saya TC42, seingat saya pada level CTC kita diajar oleh Pak Aklish suami Ibu Lilik EECC, terus level TC di ajar oleh, Dear Mr. Kalend, dan waktu itu kita ujian di Jogja….

      Salam Peace buat TC 42

      Rgrds
      Heru

  18. kepada seluruh anak TC 79 dan mastering sistem yang kenal aku kirim email ke jawad_aljawi@yahoo.com. salam buat alfi jepara, mr.cool salatiga, spasial mr.kalend,miss yunni, dan seluruh kru bec.serta seluruh lulusan bec dan mastering sistem. goodluck 4 u.eh.. ada yag bantu nyariin kerja nggak friend? willy nilly you should help u’r best friend.

  19. saya pernah kusus di pare selama setahun tahun 2002-2003 dan aku mengharap informasi tentang biaya kussus dan kos serta makan dalam sebulan.

  20. Saya pernah tinggal di Tulungrejo th 1993 selama 1 tahun (saya lupa bulannya).
    Waktu itu saya tinggal di rumah mBah Abu Sofyan (Jl Anyelir) bersama teman teman. Namun sampai saat ini saya kehilangan kontak dg mereka.

    Dimana mereka kini….Risnawanto, Agus Gurah, Giant, Andik Bogel, Arman Fuadzi,Moh Ilyas semarang,Faizal Meduro,Anas abdullah Jombang … dll.

  21. Q mo tanyak, dinamakah saya bisa mendptkan informasi tentang BEC Pare? Coz, slama ini Q penasaran banget ma BEC… Q jg mintak almt website BEC? Boleh kan………..

  22. assalamualaikum…

    kalau setahu saya dari narasi diatas tidak secara gamblang menyampaikan apa yang terjadi di pare, khususnya di desa pelem. banyaknya warga pendatang kurang menghargai warga asli. misalnya dengan nongkrong-nongkrong di depan-depan jalan yang membuat tidak sedap suasana, pacaran di depan umum dan sebagainya. semoga menjadi perhatian untuk semuanya. saya prasetyo, alumni SMU negeri 2 Pare, asli Pare. Sekarang kerja di departemen keuangan.

  23. mau belajar bahasa inggris cepat tiga bulan dijamin bisa, gampang pastikan kalau anda mau belajar giat dan kemudian datanglah ke PONDOK PESANTREN MODERN DAARUL HUDA, DENGAN ALAMAT JLN. CIMARAGAS KM 04 CIBARU DESA BALOKANG KECAMATAN BANJAR KOTA BANJAR JAWA BARAT. TELP 02657075341 ATAU 081323346564. MUSLIM RASYID ALUMNI GONTOR 1996.

  24. Hai friends bagi you yang pingin tambah ilmu buruan cepat daftar di BEC pare.Keluarga besar BEC sangat ramah tamah terutama teacher MR. rizal orangnya sangat katrok n humoris terutama HAPPY CLASS siswanya ALL VILLAGER.Bagi kamu yang pingin tambah ilmu SPEAK ENGLISnya buruan daftar ke BEC terutama untuk HAPPY CLASS ALWAYS NEW STUDENT.
    BEC membuka pendaftaran 4 kali dalam 1 tahun yaitu pada tnggl 1 FEBRUARI, 1 MEI, 1 AGUSTUS, 1 NOFEMBER
    TELPON O354 392987
    JOIN WITH HAPPY CLASS pasti senang
    KELUARGA HAPPY CLASS MENGUCAPKAN SELAMAT BERGABUNG IN BEC
    HAPPY CLASS HURA HURA HURA

  25. ass,
    lg merilis sebuah lembaga kursus.
    buat temen-temen yang tinggal di tangerang mau gak diskas about english?

    g pa2 kok msh kuliah jg. i juga msh kuliah kok. palagi kl ada alumni dr Pare, kyknya seneg banget deh!
    for furtermore send me mail t(hani_elqibty@yahoo.co.id)

  26. saat nulis ini,q ada d luar negeri.q sangat terkesan ma BEC pare.setelah pulang dari sini nanti rencana mo ikutan di BEC pare…ya…ternyata dah tutup.gk apa q akan coba di bulan juli..makasih,,,semua yang dah mau bagi informasi mengenai BEC pare.

  27. saat ngetik ini saya baru sampai dari pare, baru datang, masuk kamar, langsung nyalakan komputer… cari tau apa itu BEC dan bagaimana citranya. Googling dan nggak taunya nemu blog ini..

    saat disana sempet tanya sana-sini dan sepertinya BEC memang oke..

    Salam Satu Jiwa
    Aremania

  28. Hi,……………………..Alumni pare apa kabar semuanya kita sekarang masih di pare lho.Jika kalian punya waktu main aja ke pare.

  29. Ass wr.wb

    Wah menarik juga mbaca kisah tentang BEC pare , saya juga pernah belajar di BEC en sempat juga di ajar oleh mr.Kalend , Mr.Ramsyah dll. klu nggak salah th 1993 saya lulus BEC dan dapat ijasah tentunya berkat bahasa saya yg saat itu lumayan bisa ngomong english masuklah ke AKPER en nyasar sekarang kerja di belanda dan sayang saat ini bahasa belanda saya lebih baek khan dr bhs englishnya he he he he …………tapi bener i love very much BEC .
    Tolong dech yg sempat baca en tahu alamat/site/tel nya BEC pare kasih info ke : Hkurniawan99@yahoo.com. habis dah lama sekali nggak kontak sama bec

    wassalam , heri

  30. Now we are TC 95 DJF 2006/2007
    siapa yang ingin daftar sekarang masih di buka sampai akhir februari 2007 untuk periode BTC 97 so hurry up………!!!!!and dont forget bring :

    1. ID card(KTP/ SIM/ KK)di foto copy 3 lembar
    2. Foto 3×4 3 lembar
    3. Foto copy ijazah terakhir 1 lembar
    4. Biaya pendaftaran + spp 1 bulan = Rp.130.000,-

    Kalau ingin lebih lanjut :
    e-mail:muslee_khan@yahoo.co.id
    Telp :085229706103
    Let’s try to speak english well

  31. assalamualaikum.

    saya fahrurrozi, sekarang alumni pascasarjana IPB, dan berkeinginan untuk melanjutkan study ke luar negeri terutama kenegara-negara yang berbahasa inggris, namun saya mempunyai kendala dengan bahasa inggris dan berniat untuk mengikuti kursus di para, mohon informasinya tempat kursus mana yang menawarkan kursus yang khusus untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan study ke luar negeri.

    wassalam, terima kasih sebelumnya atas informasinya.

  32. HI…Saya butuh informasi mengenai kursus di kampung pare,punya niat nimba ilmu disana,tapi saya punya waktu hanya 3 bulan, tolong siapa aja yang tau mengenai kursus inggris disana kabari aku lewat emailku by_meid@yahoo.com coz aku sekarang di kalimantan barat jd perlu informasi yang lengkap karena kotaku jauh dari kota pare. klo informasinya sudah lengkap baru aku akan berangkat karna aku g punya banyak waktu,thanks ya.eh ya penginapannya jg ya tlg informasikan.

  33. hi, there!, l juga alumni BEC Pare Kediri TC, 63. lama gak pernah main ke pare, rasanya kangen suasana di Tulungrejo, by The way my english may lose some course never study anymore. if all of you have a type, please send me that to my a-mail:tossan2006@yahoo.com.
    ok all of my friend, l am lookingforward for your attention.
    unforgettable my beloved theacher mr. Kalend. o, How are you?
    sincerely yours,

    Muhammad Ihsan

  34. Assalamu’alaikum warahmtullahi Wabarakatuh
    Dea Mr Rohman,
    I’m Lia, from UNS Solo.I’m very interested in learning English,especially in Pare, Kediri. Furthermore, I’d like to join the “Student crativity m” competition.It is like a research.So that I’d like to know further information about the English Course in Kediri.Who is the founding father or maybe the person who gave the idea to build the course at the first time? What is their goal setting of it?Tell me how they built it? is it suppossed by the government in Pare?Is it independent or not? How does the development of English conversation before and after this corse has been built? how many percentage is it?how can they succeed in teaching English? Show me the achievments that they have got. Thank You very much. I think it is enough.I hope U’ll reply my message soon.
    Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

  35. aloouw..
    ak mo nanya nih!!cara ngedaftar kursus bhs inggris di pare gmn yah??d ga yg paket holiday tp yg cuma 1 bln gitu??maklum euy, ak skrg lg d bdg..,, jarang juga plg ke jawa. so mksudnya mau coba kursus di pare pas long holiday (juni-agustus) ntar.
    buat yg tau info2nya, tlg donk ksiin infonya ke ak. thanx yah!! (dhea_chay@yahoo.com)

  36. bwat semua, aku pengen masuk pare loh…
    so what gt loh…
    btw, ada informasi home stay gak???
    before n after thx a LoT yah/… ^_^

  37. to mas rohman

    Salam alaikum

    Salam kenal dan terimakasih untuk tulisannya tentang pare, saya jadi teringat masa2 sewaktu tinggal dan mencoba untuk mengenal bahasa Iggris. Memang semasa di bangku SMA bahasa Iggris bukanlah pelajaran favorit saya, karena saya sendiri tidak punya pelajaran yang saya favoritkan alias pelajar asal masuk sekolah. Tapi sewaktu di pare/ di BEC saya jadi terbawa untuk ingin bisa berbahasa asing dan Alhamdulillah dg hasil pas-pasan saya menerima jg sertifikat dan berbahasa Inggris.
    Kota pare memang menurut saya panas di banding kampung halaman saya( Bogor )mungkin panasnya sama seperti yang saya alami di Kingdom Of Saudi Arabia dan Kingdom Of Bahrain.apalagi di banding dengan dimana saya berdomisili sekarang( TRIER, GERMANY) yang lagi musim dingin.tapi klo inget di malam minggu bawa pacar pake SEPEDA ONTEL ke GARUDA PARK dan makan bakar jagung disana atau ngobrol di cafe tetap pare dan BEC berkenan di hati….

    there is alot to cherish…

    THANK U
    DANKE
    GRACIAS
    GRAZIE
    MERCI
    SYUKRON
    SALAMAT
    HATUR NUHUN
    TERIMAKASIH
    TO BEC AND PARE

  38. Dear Mas Rahman,

    Terimakasih dah nulis ttg Pare, aku pikir ini sangat membantu buat temen-temen yang ingin belajar Bahasa Inggris secara serius.

    saya Miftahul Huda, Mahasiswa UIN Jakarta, saya tinggal di Ciputat, sebagai bahan skripsi saya akan menulis tentang pengajaran bahasa Inggris dengan menggunakan metode Pare. aku pikir perlu ada jembatan antara dunia pendidikan formal dengan non formal atau kursusan.

    Pare kini menjadi alternatif lembaga pendidikan untuk mengembangkan sumberdaya manusia Indonesia ditengah gagalnya pendidikan formal dalam pengajaran Bahasa Inggris, 6 tahun minimal kita belajar Bahasa Inggris tapi hasilnya sama sekali tidak bisa dirasakan? di Jakarta atau di kota-kota besar lainya kian banyak muncul kursus dengan harga yang sangat bersaing.

    Tapi di pare, dengan harga yang sangat terjangkau masyarakat luas bisa mengaksesnya dan jauh dari komersialisasi pendidikan.

    Terimakasih,

    HUDA

  39. o iya sori salah informasi pendaftaran setahun dua kali, biasanya bulan januari/februari sama bulan juli/agustus.
    buat tmen2 yang masih dikota pare..gima kabar kota itu?dah lama aku nggak ikutan silahturahmi IKA alumni BEC.Salam ya …

    thanks

  40. Buat temen – temen yang banyak menanyakan tentang kota pare, aku akan coba paparkan beberapa hal disana.aku orang surabaya so deket ma kota pare, kediri. selain itu aku juga punya nenek di kertosono.aku tahu kota pare yang punya potensi untuk tempat belajar bahasa inggris juga dari teman kuliah di ITS surabaya yang memang asli anak kediri.Aku alumni BEC tahun 2005 cuma 3 bulan sih krn nggak aku lanjutkan, sempet nyesel juga tapi..hidup memang sebuah pilihan karena waktu itu aku dihadapkan dengan pilihan yang sangat sulit yaitu mendapatkan tawaran proyek transplantasi terumbu karang di madura.BEC memang tempat kursusan tertua di kota pare. ada beberapa hal yang unik aku temukan ditempat kursus ini yang nggak aku temukan ditempat lain.Di BEC selain selain kita belajar bahasa inggris kita juga diajarkan tentang keberanian untuk tampil dimuka umum,membaca pidato bahasa inggris, mengadakan meeting, seni theater dan masih banyak lagi.yang jelas keluar dari situ aku memiliki bekal tidak hanya dalam bahasa inggris tapi juga menemukan kepercayaan diri dan juwa kepemimpinan.aku nggak promosi tapi berbagai pengalaman dan crita kenapa kota pare begitu kuat daya tariknya selain memang biaya hidup dan kursusan jauh- jauh sangat murah jika dibandingkan kota lain pa lagi surabaya.Waktu aku kesana.pendaftaran harus langsung dilakukan tidak boleh diwakilkan.pendaftaran dilakukan satu tahun sekali dan setiap kali proses pendaftaran harus ngatri panjang sekali…jangan kaget ya disana mempertahankan kesederhanaan tapi tanpa mengabaikan hasil jadi jangan dibandingan dengan tempat kursus di kota – kota besar yang banyak sekali fasilitasnya.3 bulan pertama waktu untuk pengenalan bahasa inggris dan 3 bulan selanjutnya adalah praktek yang sepanjang hari dan pertemuan harus memakai bahasa inggris kalo tidak huuh..tau sendiri peraturanya.disiplin buanget coi.Sekarang aku tinggal dan bekerja di kota Mataram, Lombok Barat.
    oya ini alamatnya BEC (basic English Course)
    Jl. Anyelir no 146 Singgahan, pelem kediri.untuk No telpnya aku lupa tapi ada kotak posnya : PO.BOX 146 SINGGAHAN-PELEM
    PARE – KEDIRI
    Tapi kalo di Elfast lebih untuk persiapan TOEFL, tata cara menulis bahasa inggris dan terjemahan. disini kebanyakan muridnya dari mahasiswa.
    Alamatnya
    Jl.Anggrek No. 17 Pare
    Telp; (0354) 399844 Pare, Kediri

    untuk lebih lengkapnya datang langsung aja ke kota pare..good luck!!

  41. assalaamu’alaikum
    i’m sigit (Bantulnese)a student of Ahmad Dahlan University in Yogyakarta in 3rd semester
    Many friends of mine told me about Pare and I’m very interested to learn more about English there.
    and I have a plan to learn it on next semester, but i’m still confused how to register myself.
    Would you please tell me which the best Colleague that provide Good course, English Speaking Area and Low Price.
    And please tell me the complete address, and how to reach there by bus from Yogyakarta.
    Maklum aja, I’ve never been to Pare, Kediri before.
    Thanks
    Would you Please send your answer to my mobile phone at 08170406486
    thanks for all
    Jazakillah
    Wasalamu’alaikum wr wb

  42. assalam
    Dear Rohman,
    I’m Nafis, but some friends in Pare call me Bejo. That Pare is really wonderfull place to study english more, I don’t wanna tell you anymore (I believe you know well about it). but what you did on the cyber is really interested for me. so please go on telling everyone in the world about Pare.
    we, some friends and I, try to make a community in Pare. it’s all about studies of religion, culture, education and others. we started it last august. we have made ‘Parade Seni dan Budaya’ , ‘Tadarus Puisi’ , ‘komunitas budaya’ and many other things.
    if you need more information about our community, tell us in : akunafis@yahoo.com or jeparasclub@yahoo.com.
    thanks a lot
    wassalam

  43. assalamu alaikum…
    Salam kenal mas Rohman, saya Didik Santosa dari Klaten.
    Sebenarny dari dulu (2001) saya ingin sekali belajar bhs inggris di Pare, tapi sampai sekarang saya belum dapat informasi tentang alamat, telp kantor BEC di Pare.
    saya sangat senang sekali jika mas Rohman bersedia memberitahukannya kepada saya.
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih
    wassalam…..

  44. assalamu alaikum
    saya mau tanya informasi yang lebih jelas tentang Mr. Kalend
    mengenai waktu pendaftarannya, biaya, lokasinya, terima kasih sebelumnya
    wassalam

  45. halo Mas Dardiri, makasih responnya. Nama saya Rohman, tinggal di Jogja, penyuka jalan-jalan dan menulis. Kebetulan “kesasar” di Pare selama dua hari dan sempat bertandang ke beberapa tempat kursus dan berbincang dengan pengelolanya. Saya sempat juga menginap di kos siswa BEC, bercakap-cakap dengan mereka dan berburu brosur kursus 🙂
    email mas Dardiri mana nih? ini email saya sendaljapit@lycos.com

    1. halo mas rohman q sugeng dr bondowoso. q mo ke pare buat kursus rencananya sih dalam minggu ini q brangkat
      tp pek skrg q kesulitan buat nyari info kapan pendaftaran n kpn mulai kursusnya jg nomer telfon tempat kursus terutama yg ada English Areany.q mohon bantuannya ya bos.please,kirimkan ke email q ya.

  46. Dear,
    Maaf, bolehkah saya tahu nama anda yang menulis artikel ini? Dan dari manakah berasal? Saya sangat berharap sekali saudara sudi menjawab. Dan apakah saudara dulu juga pernah tinggal atau kursus di PAre? Tepatnya di kursusan mana?
    Saya merasa terkesan sekali dg artikel yg saudara tulis yang mana menceritakan tentang Pare dari sudut Kursusnya dg apa adanya.
    Saya dulu adalah salah satu Staff pengajar di EECC yang mana juga Cabang dari BEC. Akan tetapi sejak tahun 2001 saya ditugaskan di Kudus dan selanjutnya di Jombang. otomatis sejak itu saya tak pernah lagi mengajar di EECC.
    Dan untuk sekarang, saya kira sudah banyak anak Pare asli yang ikut mengajar di beberapa kursus dan punya kapabilitas mapan. Taruhlah contoh MAhesa Institut. Untuk direktur kursusnya sekarang diduduki oleh orang Pare (Mahesa terbagi atas dua; Mahesa untuk Kursus dan satu lagi untuk Prodi). Banyak juga pengajarnya yang berasal dari Pare sendiri.
    Dan ketika saya dulu masih mengajar di EECC, kesemua pengajarnya berasal dari Pare. Kalau sekarang maaf, saya tidak tahu lagi.

    Sekian dulu dari saya. Hopefully you’d like to write me back to my email.

    Best Wishes,

    Muhammad Dardiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s