childhood revisited

tak semua orang punya kesempatan, atau keberanian, untuk mengunjungi lagi masa kanak-kanaknya. demikian juga aku. tapi kali ini masalahnya bukan kesempatan atau keberanian, tetapi masalah cara. Ya, gimana caranya mengunjungi kembali masa kanak-kanakku? Apakah dengan menyusuri kembali jalan-jalan setapak yang kulalui semasa sekolah dasar dulu? ataukah dengan mengunjungi sosok-sosok yang kukenal di masa kanak-kanakku dulu; teman masa kanak-kanak, para guru sekolah, guru mengaji atau tetangga-tetangga yang pernah mengisi kepalaku dengan kisah-kisah sekitar?

sejujurnya aku belum tahu jawabannya dengan cara apakah aku akan membawaku ke masa kecilku. padahal aku ingin sekali ke sana, karena aku rasa ia, masa kecilku itu, akan membantuku untuk berdamai dengan diriku saat ini. Entah kecamuk macam apa yang membawaku pada pertentangan-pertentangan tiada habis yang membawa gelisah yang kini memucuk pada keinginan untuk segera urai. perjalanan ke masa lewat aku rasa akan membantuku untuk mengudarinya…

ok. masa kecilku, setidaknya dari yang kuingat, tak dapat kusimpulkan apakah menyenangkan atau menyedihkan. yah, memang banyak hal yang kurekam sebagai kesenangan, tapi apakah lantas itu membuat masa kecilku harus kusimpulkan sebagai masa yang menyenangkan? toh, ada kejadian-kejadian yang harus kuakui tak seberapa menyenangkan, mungkin memalukan malah.hmm, apakah aku harus tetap mengetuk pintu masa kanak-kanakku?

One thought on “childhood revisited”

  1. Kita harus dapat menghargai diri sendiri, baru kita akan dihormati oleh orang lain. – Guru Ching Hai
    (ngambil websitenya UPN Veteran Jogja😛 )

    Hal terbaik yang bisa anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan anda, tetapi membantu ia untuk memiliki kekayaannya sendiri. (Benjamin Disraeli)–> masih dari sumber yg sama dg atas😛

    nggak usah khawatir lagi yah tung ^_^ melakukan kekonyolan itu biasa kok, kalo kita nggak pernah melakukannya, kita nggak akan pernah tau seberapa konyolnya kita? tinggal mau diulangin lagi apa nggak, atau kalo perlu yang lebih hebat lagi konyolnya. silahkan pilih. gampang kan?

    semoga…

    (ntar kalo ada pepatah yang baik, aku forward lagi xixixixi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s