Herman Yudiono: Ingin yang wah dan sah
“Saya bercita-cita hidup Wah dan Sah,” ujar Herman Yudiono dengan mimik serius. Wah yang ia maksud bukanlah hidup bergelimang kemewahan, melainkan singkatan dari Work at Home, sedangkan Sah adalah Stay at Home yang sama-sama bermakna bekerja di rumah. Keduanya diprediksi menjadi tren di masa mendatang.
”Namun persiapannya panjang nih, karena menyangkut dapur keluarga,” lanjut Chemist di Laboratory and Sample House, Proctech Technology PT Inco ini. Herman, yang di kalangan blogger kerap disapa Kang Yudiono, juga mengumumkan deadline untuk menjadi blogger profesional alias pro-blogger di www.blogodolar com. Lengkap dengan strategi dan update pencapaian targetnya dari bulan ke bulan. Di blog ini, dengan pengunjung bulanan rata-rata 10.000 orang, ia membagi mimpinya untuk menjalankan sekolah blogging online.
“Sebenarnya saya belum lama kenal blog. Awal 2008 kalau tak salah ingat,” ungkap Herman. “Mulanya hanya untuk mewadahi hobi menulis saja. Tetapi setelah melihat acara E-Lifestyle di Metro TV tentang potensi blog untuk mendatangkan uang, saya langsung teringat impian saya untuk hidup WAH,” imbuhnya.
Untuk menyokong impiannya, Herman membuat banyak blog. Saat ini baru 10 blog yang ia kelola, namun ia menargetkan untuk memiliki sekurangnya 100 blog dalam 3-4 tahun mendatang. Dari 10 blog yang dikelolanya pada jam-jam sepulang kerja dan akhir pekan, ia mampu meraup rata-rata 300 dollar AS perbulan, setara Rp2,7 juta.
“Masih sedikit sih, belum bisa dibandingkan teman-teman di Jawa yang penghasilan bulanannya sudah ribuan dollar,” kata Herman antusias.
“Saya optimis make money blogging prospektif, karena usianya terhitung muda,” ujarnya. Saat ini Herman fokus mengoptimalkan blognya dengan Google Adsense, iklan kontekstual yang memasok keuntungan miliaran dollar per tahun bagi raksasa mesin pencari Google. “Adsense bisnis yang sangat sehat, umurnya pasti panjang,” tukas bapak dua anak ini.
Selain menjanjikan keuntungan finansial, bagi Herman, mengelola blog juga memberikan kepuasan batin. “Dengan blog, hobi menulis saya terwadahi,” ujarnya. Beberapa tulisannya yang pernah dimuat harian Kompas pun dipublikasikan ulang di blog-nya.
Bersama sejumlah rekannya di Sorowako, ia merintis komunitas blogger Probans (kependekan dari Pro Blogger Wannabe Sorowako) sebagai upaya kolektif mewujudkan target WAH dan SAH. Cita-cita Herman barangkali terdengar nekat dan tak lazim bagi pekerja tambang yang sebagian besar kehidupannya relatif mapan dan sejahtera. Tapi, pilihan apa sih yang tak mungkin di jaman internet?
(Ditulis untuk Inkomunikasi, media internal PT Inco, Januari 2011)
Update:
Per-Oktober 2011, Herman mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan memulai tapakan lanjutan sebagai pro-blogger. Kisah selengkapnya terdapat di sini. Selamat menikmati “mewahnya” WAH dan SAH, Kang!









salam kenal mas
http://www.disave.blogspot.com
Abed Saragih (disave.blogspot.com)
11 January, 2012 at 3:03 pm
[...] Meski mereka berenam intens mengurusi blog masing-masing, baru Herman yang merintis langkah-langkah menjadi pro-blogger atawa. “Lewat internet marketing, saya ingin mewujudkan impian saya berkantor di rumah,” ujar Herman. Lebih lanjut tentang langkah-langkah Herman mewujudkan impiannya, silakan baca di sini. [...]
Mengulik Dollar Lewat Internet « sendaljepit
22 December, 2011 at 8:22 pm