sendaljepit

all about sendal in my jepit :)

Merentang Riwayat Reggae

with 247 comments

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.

Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes), memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.

Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.

Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

Jamaika

Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.

Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.

Sejarah gerakan penyadaran identitas kaum kulit hitam, yang kemudian bertemali erat dengan keberadaan musik reggae, mulai disemai pada awal abad ke-20. Adalah Marcus Mosiah Garvey, seorang pendeta dan aktivis kulit hitam Jamaika, yang melontarkan gagasan “Afrika untuk Bangsa Afrika…” dan menyerukan gerakan repatriasi (pemulangan kembali) masyarakat kulit hitam di luar Afrika. Pada tahun 1914, Garvey mendirikan Universal Negro Improvement Association (UNIA), gerakan sosio-religius yang dinilai sebagai gerakan kesadaran identitas baru bagi kaum kulit hitam.

Pada tahun 1916-1922, Garvey meninggalkan Jamaika untuk membangun markas UNIA di Harlem, New York. Konon sampai tahun 1922, UNIA memiliki lebih dari 7 juta orang pengikut. Antara tahun 1928-1930 Garvey kembali ke Jamaika dan terlibat dalam perjuangan politik kaum hitam dan pada tahun 1929 Garvey meramalkan datangnya seorang raja Afrika yang menandai pembebasan ras kulit hitam dari penindasan kaum Babylon (sebutan untuk pemerintah kolonial kulit putih—merujuk pada kisah kitab suci tentang kaum Babylon yang menindas bangsa Israel). Ketika Ras Tafari Makonnen dinobatkan sebagai raja Ethiopia di tahun 1930, yang bergelar HIM Haile Selassie I, para pengikut ajaran Garvey menganggap Ras Tafari sebagai sosok pembebas itu. Mereka juga menganggap Ethiopia sebagai Zion—tanah damai bak surga—bagi kaum kulit hitam di dalam maupun luar Afrika. Ajaran Garvey pun mewujud menjadi religi baru bernama Rastafari dengan Haile Selassie sebagai sosok yang di-tuhan-kan

Pada bulan April 1966, karena ancaman pertentangan sosial yang melibatkan kaum Rasta, pemerintah Jamaika mengundang HIM Haile Selassie I untuk berkunjung menjumpai penghayat Rastafari. Dia menyampaikan pesan menyediakan tanah di Ethiopia Selatan untuk repatriasi Rasta. Namun Haile Selassie juga menekankan perlunya Rasta untuk membebaskan Jamaika dari penindasan dan ketidak adilan dan menjadikan Rastafari sebagai jalan hidup, sebelum mereka eksodus ke Ethiopia.

Tahun-tahun setelahnya kredo gerakan tersebut makin tersebar luas, yakni “Bersatunya kemanusiaan adalah pesannya, musik adalah modus operandinya, perdamaian di bumi seperti halnya di surga (Zion) adalah tujuannya, memperjuangkan hak adalah caranya dan melenyapkan segala bentuk penindasan fisik dan mental adalah esensi perjuangannya.” Ketika Bob Marley menjadi pengikut Rastafari di tahun 1967 dan setahun kemudian disusul kelahiran reggae, maka modus operandi penyebaran ajaran Rastafari pun ditemukan: reggae!

Bob Marley, Nabi Para Rasta

Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.

Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.

Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.

One Love! One Heart!
Lets get together and feel all right.
Hear the children cryin (One Love!);
Hear the children cryin (One Heart!)
(One Love / People Get Ready)

Dreadlock
Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang.

Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional.

Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh.

Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat. Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum “Dread” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan istilah dreadlocks—tatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran Rastafari).

Simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para “baldhead” (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylon—istilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston, seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968.

Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan “dread perms” alias gaya dreadlock yang permanen.

Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas.

Written by sendaljepit

8 August, 2006 at 8:29 am

Posted in Write

247 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. hehe bosen ah klo tiap ada reggae, pasti ngomongnya bob marley, reggae kan bukan sekedar bob marley masih ada musisi2 yg lebih senior dari dia. coba baca aja roots of reggae dan spirit of 69 skinhead bible. klo gak ada skinhead and rudeboy gak bbakalan reggae bisa seperti sekarang ini. real skinhead real reggae!!

    baldhead

    25 September, 2009 at 3:00 am

  2. para pecinta reggae menghayati makna terdalam dari
    musik yang satu ini agar aliran ini tidak dimanfaatkan untuk menjaring
    kaum remaja ke arah yang negatif.

    sapri Leutuan

    11 August, 2009 at 9:38 pm

  3. mampir lah
    diprasta.blogspot.com
    minta saran-Nya

    diptafara

    11 August, 2009 at 11:36 am

  4. Reggae my way to life in the world…

    jah bless…

    eQa

    22 July, 2009 at 3:19 pm

  5. gw sayang bgt sama bob marley..
    akhir na gw nemuin juga jati diri gw di regge…
    love you full bob….
    damai kami sepanjang masa!!!!!!!!!!
    one love..

    anggitrastamaniesz

    5 June, 2009 at 10:50 am

  6. INFO: REGGAE BEACH FEST 2009
    Panggilan jiwa tuk Reggae base di seluruh Indonesia, Jakarta pd khususnya!

    Dgn rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dan dlm bentuk apresiasi kami atas seniman & komunitas Reggae tanah air, maka sedianya km tlh menyiapkan satu acara yakni :

    “REGGAE BEACH FEST 209″
    di Pantai Indah, Ancol Jakarta
    Sabtu, tanggal 30 Mei 2009
    Mulai jam 9 pagi ‘mpe mumet

    Sejak Jumat malam / Sabtu pagi kita dapat berkumpul disana.

    Pusat Koordinasi Event
    ‘C’ CELL
    Jl. Tanah Merdeka no 17
    Samping PT Coca Cola (UHAMKA)
    Ciracas – Pasar Rebo, Jakarta Timur

    Hubungi segera:
    - 021.92920253 (VIE)
    - 021.93921172 (PAY)
    - 021.93216076 (BENS)
    - 021.98524081 (C-CELL)

    Panggung Acara, Stand Lapak & Area Pameran kami tujukan untuk band, pengrajin, seniman & komunitas reggae.
    Kami Undang semua Band Reggae, Seniman dan Pengrajin yang ingin turut berpartisipasi dalam acara ini untuk datang dan menghubungi dan mendatangi kami melalui alamat dan kontak diatas.

    HTM Khusus:
    RP 15.000
    (+snack dan tiket ancol)

    Semoga dalam waktu yang singkat ini semua yang direncanakan dapat terealisasi. Tentunya berkat dukungan brada dan sista semua.

    Jah Bless!

    supported by:
    Taman Impian Jaya Ancol
    LSM Ciliwung Merdeka
    Indienesia Community

    Benny Artha P

    25 May, 2009 at 2:26 pm

  7. “RASTA”
    HADIRMU AWAL INSPIRASI KU ……

    LAMMMMMM DAMIIIII…………

    ALLL RASTAMAN…….. PEACE!!!!!!

    MULAT

    4 May, 2009 at 1:51 pm

  8. RAAAASSSSSSSSSTAAAAAAAAAAAAA…………….

    BLESSSSSSSS U ALLL

    notu_bodoh

    4 May, 2009 at 1:47 pm

  9. hidup regge………….damaaaaaiiiiii………, biarlah tuhan yang menentukan dosa, kita yang meracik dan menghisapnya……….

    notu_bodoh

    4 May, 2009 at 1:45 pm

  10. sssssssaaaaaaaaaaaalllllllllllllllllaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmm
    knal dari w,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    REPUBLIK RASTA MANIA

    JORDI MARLEY

    28 April, 2009 at 9:15 pm

  11. jalanilah Hidup dengan apa adanya…..
    Iam love regae

    tHe_PuNkiiiiiii........

    8 April, 2009 at 10:21 pm

  12. kita smua Saudara???
    hIDUP rASTA

    LEMBAYunG

    10 March, 2009 at 9:06 am

  13. damaii bersama rasta
    salam knal iia ..
    w ciiy buqan anag rasta pii ……
    w uma muwh carii bnyk kwand jja

    eno

    27 February, 2009 at 3:30 pm

  14. salam hangat

    buffalo soldier,,,
    we love rasta,,,,

    peace love and rasta

    diptafara

    25 February, 2009 at 11:46 am

  15. heloo…

    suka bnget ma musik reggae…

    yang selalu membuat kita bersemangat untuk ngejalani hidup dan yg selalu mengibarkan perdamaian. tapi apakah semua penganut reggae ato penganut rastafarian harus menggunakan ganja/marijuana???????
    mmmmm klo gak salah Bersatunya kemanusiaan adalah pesannya, musik adalah modus operandinya, perdamaian di bumi adalah tujuannya, memperjuangkan hak adalah caranya dan melenyapkan segala bentuk penindasan fisik dan mental adalah esensi perjuangannya.
    apakah dengan meggunakan ganja / marujuana akan melenyapkan penindasan fisik dan mental kita????? mungkin TIDAK dengan itu kita membuat diri kita makin terpuruk, makin menindas diri kita. apakah ini yg disebut RASTAFARIAN SEJATI

    hilangkan anggapan orang bahwa reggae itu merusak dan tidak bermoral pendidikan.

    oh ya mohon doa restunya, semoga festival musik reggae di kota pangkalpinang, kep. babel segera terwujud tahun ini …
    kami akan menerima dengan senang hati untuk teman2 yg ingin memberikan sumbang saran untuk festival ini….

    =SALAM DAMAI=

    she_pit

    20 February, 2009 at 1:30 pm

  16. LagU ReGe MemBuAT SAya LebIH bERsemangaT.GmN DeNg kMu………????????????????????????????

    DEKSTER FUCK

    18 February, 2009 at 3:22 am

  17. yooo……yo…..yo….yoo

    Bogel

    1 February, 2009 at 12:31 am

  18. uye…uye….

    halo.. para rastamania……..\

    lagu reggae.. asik enjoy banget dah pokoknya…

    dony

    29 November, 2008 at 3:50 am

  19. ga usah jauh”…

    kata lagu dari steven,…

    “untuk apa pandang ku curiga karna hanya tampak luarku berbeda nothing….inilah aku adanya, jadi untuk apa kau besar kepala dan menganggap dirimu paling sempurna nothing…”

    ato loe bisa denger lagu “three litle birds” bob nesta marley !
    cinta dan dmai music reggae loe semua bkn hanya dari mulut tapi dari hati dan pikiran loe semua gmn bawanya….
    gw ngenal reggae dari taon 1999 saat itu gw baru nginjek smp..dan lagu pertama yg gw denger lagunya bob nesta marley “iron lion zion” dari situ gw mulai suka sma reggae dan mulai taon 2002 gw mulai ngerti apa itu reggae…
    memang musik reggae ato penganut rastafarian identik dengan yg di sebut” ganja ato marijuana tapi gag sampe di situ…gag semua pecinta dan penganut reggae/rastafarian itu memakai ganja/marijuana…
    hahah mungkin kalian pikir atau sodara” kita di sana menikmati dengan apa yg mereka punya memang benar tapi tidak untuk mereka yg tidak memampui contohnya dalam segi material…harusnya kita bisa belajar dari sodara” dan jng bersedih hati sodara” kita masih mampu menjalani hidup mereka meskipun berkekurangan materi dan menjadi budak mereka tetap menikmati hidup ini mereka tetap berjuang demi kebebasan dan kehidupan mereka….
    dan buat orng” yg ngerasa mereka tuh bener bahwa reggae itu merusak dan tidak bermoral pendidikan mereka salah besar…
    pernah ada yg menyebut kepada saya [kmu punya agama dan kmu punya tuhan tapi kmu tidak punya kependirian buat apa kmu mengikuti dan menggauli reggae?]
    saya jawab ! kita memang beda dan kita memang tidak sama tapi 1 kalian hanya bisa mencela dan mengujam orng dngn pertanyaan” menjebak…tapi kalian tidak mempunyai rasa dan gag punya keindahan dalm hidup kalian tidak seperti apa yg saya miliki !

    sampai skrng pun orng itu malu jika bertemu dngn saya !!
    hahah….

    dont speak if u dont know !
    and keep ur feel for itation sound reggae…

    yoooo ma broooo..

    yuz marley rasta from JAH

    26 November, 2008 at 10:40 am

  20. Woo Yoo jah Rastafara. Jah bless u. I like Reagae because this music my inspiration.

    Rocky Marley

    11 November, 2008 at 8:50 pm

  21. oooo gitu ya..

    blank

    8 November, 2008 at 5:19 pm

  22. secara seni dan filosofi saya kagum dgn Bob marley…
    tp saya kurang suka gaya hidup nya, apalagi soal sejarahnya yg gonta ganti perempuan, btw cowok ku anak reagge bngt, rambut nya gimbal, gaya hidup nya juga rasta bngt, tapi sumpah mati aku ggk mau cowok ku seperti Bob Marley (semoga tidak), so… jadilah ‘diri sendiri’ terlebih – lebih bisa menghargai perempuan.

    april

    8 November, 2008 at 5:12 pm

  23. reggae sampai matiiiiiiii………….

    one love on my soul………………

    salam damai
    selalu bwt smua kaum rasta

    argay_marley

    2 November, 2008 at 7:44 pm

  24. pye tmn2 jo asal gimbal yo,……baca dulu ni artikel , ntar kualat tau rasa lo
    poet marley pye Bali island Nda? Kendit Km KalamaSoul po PlugBaby?
    One Love!!One Heart!! Let’s get together and fell all Right

    dot lock

    14 October, 2008 at 11:52 am

  25. Woyo …
    salam kenal my brotha and sistha!

    arul rastamboen

    19 September, 2008 at 2:24 am

  26. sLaM dAmAi Buat Semua kAwAn…..BucKs doNk..!!!

    PeAce WitH LovE

    Ady_CoconoutTreeS

    11 September, 2008 at 7:58 pm

  27. WwWwoOoOoIiIiIiIiYyYyYOoOoOoOo…………

    Da PeNjoY RaStA nh.>>>>>>>>>

    KlAu Lo PdA SkA RaGGaE Jangan prnah blang raggae tuh cuman GaNJA doax mmaann….

    In9T y man…..

    JjJjJjJjJjJjJjAaAaAaAaAaAaAaAaAaAaHhHhHhHhHh mMmMmMmAaAaAaAaNnNnNnNn…;..;….;..

    PeNjOy RaStA

    6 September, 2008 at 8:38 am

  28. Yooooooooooooommmmmmmmmmmmmaaaaaaaaaa…

    Cayo trus wat om Marley…

    Reggae Is My Life…
    Reggae Never Die…

    Reggae Cinta Damai…
    No Rasta No Reggae…^^

    Tebarkan Aroma Rasta Keseluruh Dunia…Biar Semua Orang Tw…Rasa’a Hidup aLa Reggae Kek Gimana…hehehehehhehe…

    Cayo Trus deH bwaT Reggae Indo…N sLaLu DuKuNg BaNd ReGgae Indo…

    vHaNie D' RastaGaLz

    27 August, 2008 at 9:03 am

  29. Wah gw salut sama BoB MaRLeY…..
    Mungkin Kalo gk ada musik reggae dunia ini terasa hampa….
    Maju Terus reggae INDONESIA…..

    “ONE LOVE ONE SOUL”

    BoNToT GaNgSTaRaSTa

    17 August, 2008 at 12:53 pm

  30. …RASTA FAR I….bukan wacana ataupun trend brodda’ and sista’s..

    keep shine..!!

    JAH GUidE…

    soundbwoii

    13 August, 2008 at 5:58 pm

  31. wwooyyooo…
    gw baru setahun ini suka sama reggae..masih banyak belajar..tapi sumpah gw dah jatuh cinta banget…

    buat kalian yang berdomisili di BANDUNG..gw pengen tau info reggae movement and tempat2 nongkrong kaum rasta..

    share with me ya bradda n sista!!!

    fs: http://www.friendster.com/ladyrasta
    riska311085@yahoo.com
    JAH BLESS US!!!!!

    riska_ladyrasta

    11 August, 2008 at 5:37 pm

  32. bob marley….
    The Reggae’s Father

    mandala

    10 August, 2008 at 8:23 pm

  33. allowww

    salam perdamaian 4 all of u,pecinta music RAGGEE,

    I’m from PAPUAN land.disini anak2 papua pada semangat dengan yang namanya GIMBAL , N RASTA.and i’m alone,saaaaaaaannnnnnnnngggggaaaaattttttt SENANG dengan music RAggee,karena semua persoalan yang z hadapi dapat terobati,Pokoknya COOl abis.YOEeeeeeeeeeeee Maju treuz Music Raggee. GReetings

    PEACE “N” LOVE

    MANGU AKUBARIKI

    idHa

    9 August, 2008 at 2:48 pm

  34. gile..gw g nyangka perjalanannya segtu panjangnnya
    bravo rastafaria !!!!

    jah cure

    6 July, 2008 at 10:22 am

  35. nama ue awang ue nek pvd ue demen bgt ma bob marlay dia bagi ue sang legen daris musik di dunia ini, yg ke3.

    COGAN_Z

    28 June, 2008 at 10:55 am

  36. nama ue ebong ue anak pvd ue cinta baget sama reggae ue dr kecil ye suka reggae ue mo tta slm buat anak2 pvd & geges woman yg ue cintai
    i love reggae & geges

    hardianto suryo

    27 June, 2008 at 7:18 pm

  37. W DEMEN BAGET MA BOB MARLEY DIA ADALAH SANG LEGEN DARIS MUSIK DI DUNIA INI , & W ANAK PVD W TITIP SALAM BUAT ANAK ANAK PVD , SALAM BUAT BUDE & AA PENZOL DLL

    EBONG MARLEY

    26 June, 2008 at 10:35 am

  38. W ANAK PVD , W PENGEMAR REGGAE I LOVE RASTA
    BOB MARLEY ADALAH TUHAN DARI PARA RASTA
    TITIP SALAM BUAT ANAK ANAK PVD

    boby marley

    26 June, 2008 at 10:30 am

  39. ?????

    xxxxx

    15 June, 2008 at 11:16 am

  40. say hey2…..

    say hey hey ho…

    alo rastafari…
    kayak na idop lo pade bebas lepas apa adanya..

    mao dunk……….

    jah Blezz.you all
    -peace- -love- -unity- n’ -respect- dah..
    jah blezz you all

    meonk_ouch...

    5 June, 2008 at 9:21 pm

  41. WoooooooyYYooo
    W auka banget ma yang namanya music reggae
    tapi kenapa temen – temen rastaman pada tega banget ama q
    q ga pengen kehilangan reggae tapi apa daya keadaan yang memaksaku sepeerti ini
    ga semua pecinta reggae t buruk kan ??????????????????????

    WEEEEEEEEE LOVEEEEEEEEEEEEE REGGAEEEEEEEEE
    I LUPE U PULLLLLLLLLLLLLLLL

    dhedez

    5 June, 2008 at 10:55 am

  42. NI dRi raStAmaN DI maGelANG Q cUma Mo NGUCapIN WOUyoooooooooUUUU jA N BuAT Band REGGEA inDOneSIa MoGA mAKin SUKses Ja N ters berKaRYa

    aNDREan

    4 June, 2008 at 5:29 am

  43. Q suka ma reggae cos musiknya wnak. basam”y to ank Xtkj 1 woyoooooooo.

    rastah

    27 May, 2008 at 8:29 am

  44. Buat anak2 reggae HORASBAHHHHHH jgn

    robby xzez

    21 May, 2008 at 8:15 pm

  45. aku suka ma regae gara2 q mendengarkan musiknya styven & coconuttres yang judulnya welcome to my paradise da q tambah suka ketika mendengarkan musiknya toni Q.pokoknya q suka bgt ma musik yang berasal dari jamaika ini dan q bercita2 ingin ketemu ma om toni.n q minta diadakan regae party di BUMIAYU dan musik reggae harus tetap ada sampai akhir zaman.dr anak2 CARBU(comunitas anak regae bumiayu).

    adi woyo

    19 May, 2008 at 9:05 pm

  46. hai semua…kepada yang meminati musik reggae..hargai reggae seperti man bob marley menghargai hidupnya..yang penuh dengan penindasan Racist..hidup reggae reggae not dead… kepada sesiapa yang mau kenal add lah aku plunk_88@yahoo.com
    ataupun email aku Channel_V80@yahoo.com
    inform aku kalu ada berita tentang reggae… ok guyz..
    happy bob marley…

    LanGgar tempoh

    15 May, 2008 at 9:11 am

  47. wooooooooooooooiiiiiiiyyyyyyyyyyyooooooooooo….

    gue senng bgt ama reggae.,musik yg bs bwt goyang.,musik yg anti kekerasan.,.
    gue ucapkan trima kash bwt Bob marley yg tlah berjuang pantang putus asa bwat musik reggae.,.LOVE U REGGAE MUSIK.,.,.,Samudra-Solo-Jateng

    Samudra-Solo-Jateng

    13 May, 2008 at 10:56 am


Leave a Reply